Berita, Timur Tengah

Eskalasi Makin Berbahaya, Mantan Direktur IAEA Desak Timur Tengah dan Komunitas Internasional untuk Bertindak

Repelita.net

05 April 2026 23:13 WIB • 1,056 view

Eskalasi Makin Berbahaya, Mantan Direktur IAEA Desak Timur Tengah dan Komunitas Internasional untuk Bertindak
Foto: Istimewa

Repelita Wina - Mantan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Mohamed ElBaradei, mendesak negara-negara Teluk dan komunitas internasional untuk segera bertindak di tengah eskalasi konflik yang makin berbahaya antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu, 4 April 2026, peraih Nobel Perdamaian 2005 tersebut secara khusus menyapa para pemimpin Teluk dengan pernyataan, "Kepada pemerintah negara-negara Teluk: mohon, sekali lagi, lakukan segala yang Anda bisa sebelum orang gila ini mengubah kawasan ini menjadi bola api."

ADVERTISEMENT

Seruan mendesak ini dilontarkan ElBaradei setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui ancaman militer kepada Iran melalui platform Truth Social pada hari yang sama.

"Ingat ketika saya memberi Iran 10 hari untuk mencapai kesepakatan atau membuka Selat Hormuz? Waktu hampir habis, 48 jam tersisa sebelum neraka menimpa mereka!" tulis Trump.

Dalam postingan terpisah, ElBaradei juga mengarahkan seruannya ke Dewan Keamanan PBB serta sejumlah pemimpin dunia.

"Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan kegilaan ini?!" tulis ElBaradei seraya menandai akun resmi PBB, Dewan Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta kementerian luar negeri China dan Rusia.

ElBaradei yang memimpin IAEA dari tahun 1997 hingga 2009 berperan penting dalam upaya internasional terkait program nuklir Iran.

Ia bersama lembaga yang dipimpinnya dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2005 atas upaya mempromosikan penggunaan energi nuklir secara damai.

Ancaman Trump muncul di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran.

Iran sendiri telah memblokir Selat Hormuz sejak konflik meletus, jalur perairan strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran pada Jumat, 3 April 2026, mengirimkan surat protes kepada IAEA yang menuduh pengawas nuklir PBB gagal merespons agresi AS dan Israel.

"Diamnya badan internasional atas agresi yang sedang berlangsung bukan hanya ketidakaktifan tetapi sama dengan keterlibatan yang jelas dengan para pelaku," demikian pernyataan AEOI.

Mereka memperingatkan bahwa kelalaian historis ini merusak sedikit kredibilitas yang tersisa dan legitimasi IAEA di mata dunia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung