Berita, Nasional

Eropa Membara! Gelombang Kerusuhan dan Unjuk Rasa Biaya Hidup di Prancis Meluas Hingga Pembakaran Balai Kota Berusia 143 Tahun

Repelita.net

22 October 2026 15:15 WIB • 67 view

Eropa Membara! Gelombang Kerusuhan dan Unjuk Rasa Biaya Hidup di Prancis Meluas Hingga Pembakaran Balai Kota Berusia 143 Tahun
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh lonjakan biaya hidup dilaporkan melanda Prancis hingga meluas ke berbagai wilayah Eropa lainnya.

Aksi protes massal yang melibatkan ratusan ribu warga tersebut berakhir dengan bentrokan hebat yang menyebabkan kerusakan fasilitas publik serta penjarahan kawasan perdagangan.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai situasi kritis di wilayah barat tersebut disiarkan melalui tayangan berita pada kanal YouTube Kompas TV Jember.

Bentrokan fisik antara pengunjuk rasa dan aparat penegak hukum dilaporkan terus terjadi di Paris sejak siang hingga larut malam.

"Unjuk rasa memprotes biaya hidup mahal di Prancis berlangsung ricuh bentrokan antar demonstran dan polisi berlangsung hingga malam hari," ujar pembawa acara berita dalam program Sapa Indonesia Pagi.

Untuk meredam pergerakan massa yang semakin tidak terkendali, kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata serta menyemprotkan air menggunakan kendaraan taktis.

"Petugas menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan besar di sejumlah kota di Prancis pada Sabtu 17 Oktober lalu," tambah laporan tersebut.

Aksi pembakaran properti yang diduga dilakukan kelompok perusuh bertopeng juga menimpa sebuah bangunan administrasi bersejarah yang memiliki nilai arsitektur tinggi.

Gedung Balai Kota Limoges yang telah berdiri selama 143 tahun dilaporkan hancur akibat kebakaran dalam insiden tersebut.

"Gedung balai kota yang telah berusia 143 tahun hancur dalam kebakaran dahsyat yang diduga dilakukan demonstran bertopeng pendemo telah melakukan aksi perusakan di gedung balai kota sejak pukul 18 waktu setempat sebelum akhirnya melakukan aksi pembakaran," urai jurnalis dalam siaran tersebut.

Menanggapi meluasnya aksi kerusuhan di berbagai kota besar, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kecaman keras dan memerintahkan penegakan hukum tanpa kompromi.

Ia menegaskan tidak akan ragu membubarkan setiap bentuk pergerakan massa yang dinilai mengancam stabilitas dan merusak ketertiban umum nasional.

"Para pengacau dari kelompok-kelompok ultra-kiri, yang bergabung dengan banyak pelaku kriminal, melakukan kekerasan tanpa kendali di kota-kota kita. Sejumlah toko dijarah, bangunan publik, pertokoan, dan balai kota diserang, bahkan beberapa di antaranya dihancurkan," tegas Emmanuel Macron dalam pidatonya.

Pihak keamanan mencatat hampir 2.400 warga telah diamankan ke kantor kepolisian setelah bentrokan mencapai puncaknya.

Perdana Menteri Prancis Sebastian Le Cornu mengambil langkah dengan memberlakukan jam malam parsial guna membatasi aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan.

Pengamanan ketat yang melibatkan pengawasan helikopter militer tersebut juga disertai pemblokiran jalan utama dan penutupan akses menuju alun-alun kota.

Gelombang protes yang dipicu krisis ekonomi dan rendahnya upah itu dilaporkan turut meluas ke sejumlah negara tetangga, seperti Belgia, Italia, Albania, hingga Portugal.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui perwakilan diplomatik di Paris bergerak cepat mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh warga negara Indonesia.

Juru bicara perwakilan diplomatik, Ivon Mewengkang, meminta seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi pusat kerumunan massa.

Bagi warga negara Indonesia yang mengalami keadaan darurat medis maupun keamanan, diimbau segera menghubungi nomor bantuan darurat +3621122109.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung