Berita, Nasional

Eks Pejabat OJK Bongkar Hasil Penelusuran Pendidikan Gibran di Australia: Kursus Bahasa, Bukan Universitas

Repelita.net

25 August 2026 21:39 WIB • 537 view

Eks Pejabat OJK Bongkar Hasil Penelusuran Pendidikan Gibran di Australia: Kursus Bahasa, Bukan Universitas
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan publik kembali mengemuka terkait keabsahan dokumen rekam jejak pendidikan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka melalui pembicaraan di ruang publik.

Mantan pejabat Otoritas Jasa Keuangan Agus Yunanto memaparkan hasil investigasi mandiri terkait riwayat studi Gibran saat berada di Sydney, Australia.

ADVERTISEMENT

Penelusuran tersebut berawal dari informasi pendampingan kunjungan keluarga yang diperoleh dari seorang rekan yang berdomisili di Australia sejak puluhan tahun lalu.

"Pada tahun 2018, Pak Iksan mendapat tugas dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney untuk mendampingi Gibran dan keluarganya yang sedang berkunjung ke sana. Dari pendampingan itulah Pak Iksan mendapatkan informasi langsung dari Gibran mengenai riwayat pendidikannya selama berada di Australia," ujar Agus.

Berdasarkan pengecekan langsung di lokasi serta konfirmasi dari alumni periode 2005-2006, Agus menyanggah keterangan yang menyebutkan lembaga tersebut sebagai bagian dari perguruan tinggi.

Ia menerangkan bahwa institusi yang ditempuh yang bersangkutan pada periode tersebut murni merupakan pusat pelatihan kebahasaan.

"Ini harus diperjelas. Pada tahun 2005 hingga 2006, namanya memang murni Insearch Language Center, bukan UTS Insearch atau University of Technology Sydney (UTS)," tegas Agus.

Ia menambahkan bahwa program tersebut berfungsi sebagai kursus persiapan bahasa tanpa menerbitkan ijazah kelulusan formal tingkat sekolah menengah atau universitas.

"Di sana itu tempat kursus bahasa Inggris untuk persiapan masuk ke jenjang perguruan tinggi jika nilai tes bahasa Inggris IELTS atau TOEFL seseorang belum memenuhi syarat. Programnya pun singkat, ada yang 6 bulan hingga 9 bulan," jelasnya.

Dokumen kelulusan yang dikeluarkan lembaga pelatihan tersebut dikonfirmasi hanya berbentuk sertifikasi tingkat kemampuan bahasa, bukan sertifikat akademik perguruan tinggi.

Fakta lapangan ini lantas memicu pertanyaan mendasar mengenai penyetaraan kelulusan program bahasa tersebut dengan kualifikasi formal. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung