Repelita [Jakarta] - Eks gelandang skuad Panzer melontarkan desakan keras agar otoritas sepak bola dunia menjatuhkan sanksi skorsing jangka panjang bagi dua penggawa tim nasional Tango.
Tuntutan hukuman berat tersebut disuarakan menyusul aksi brutal yang mewarnai akhir laga puncak turnamen akbar antarnegara beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Insiden memalukan itu bermula ketika dua pemain Amerika Latin tersebut melancarkan serangan fisik secara membabi buta terhadap para penggawa lawan yang tengah merayakan kemenangan.
Aksi pemukulan hingga tindakan pencekikan leher dilaporkan terjadi di atas lapangan hijau sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Mantan gelandang timnas Jerman itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bisa mentolerir segala bentuk tindakan brutal di arena olahraga.
Saya akan menangguhkan keduanya selama satu tahun dan biarkan mereka sendiri yang mempertimbangkan apakah ingin kembali bermain.
Tapi hal seperti ini tidak boleh terjadi.
Ia menilai tindakan nir-sportivitas tersebut telah mencoreng citra positif yang sebelumnya berhasil dibangun oleh skuad asuhan pelatih kepala sepanjang turnamen berlangsung.
Hal ini harus dihukum dan kita tidak boleh bersikap terlalu lunak.
Saya akan menangguhkan keduanya selama dua belas bulan.
Akibat insiden kotor tersebut, simpati publik internasional terhadap kiprah tim yang dinahkodai sang megabintang seketika runtuh seketika.
Menanggapi keributan tersebut, induk organisasi sepak bola global bergerak cepat dengan menugaskan komisi etik guna mengusut tuntas pelanggaran regulasi lapangan.
Penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk memeriksa keterlibatan pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan massal pasca-pertandingan final.
Sementara itu, sikap terpuji justru ditunjukkan oleh penjaga gawang tim pemenang yang memilih mendatangi satu persatu kubu lawan guna menyampaikan salam sportif.(*).
Editor: 91224 R-ID Elok