Berita, Ekonomi

Ekonom Ferry Latuhihin Peringatkan Bahaya Mentalitas Cari Kambing Hitam: Kebijakan Anti-Investasi Dinilai Picu Pelemahan Rupiah dan Gerus Kepercayaan Pasar

Repelita.net

01 June 2026 19:07 WIB • 789 view

Ekonom Ferry Latuhihin Peringatkan Bahaya Mentalitas Cari Kambing Hitam: Kebijakan Anti-Investasi Dinilai Picu Pelemahan Rupiah dan Gerus Kepercayaan Pasar
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ekonom Ferry Latuhihin memberikan peringatan keras mengenai arah kebijakan ekonomi yang saat ini diambil pemerintah. Ia menilai mentalitas pengambil kebijakan yang selalu mencari kambing hitam saat terjadi masalah, seperti menyalahkan pihak global atau sosok tertentu, justru memperburuk keadaan dan menutupi borok internal.

Ferry menekankan bahwa ekonomi merupakan satu kesatuan sistem yang saling terhubung. Ketika pemerintah mengambil kebijakan yang tidak disukai pasar, konsekuensinya akan muncul dalam bentuk pelemahan nilai tukar rupiah yang tidak terelakkan.

ADVERTISEMENT

Dalam pandangannya, terdapat indikasi kuat bahwa pemerintahan saat ini cenderung anti-investasi dan anti-bisnis dengan narasi yang sekadar populis. Hal ini justru berbahaya bagi penciptaan lapangan kerja yang sebenarnya bergantung pada sektor bisnis.

Ia mencontohkan kebijakan pembatasan komisi ojek online dan pembentukan badan ekspor sumber daya alam sebagai langkah yang kontraproduktif. Kebijakan tersebut dianggap meniru pola masa lalu yang gagal karena terlalu banyak intervensi negara dalam mekanisme pasar yang seharusnya bebas.

Terkait prediksi nilai tukar, ia memperingatkan bahwa tanpa adanya perbaikan kebijakan yang substansial, rupiah berada dalam risiko pelemahan yang lebih dalam dan berkelanjutan. Investor saat ini disebutnya sedang menahan diri akibat ketidakpastian regulasi dan birokrasi yang terus berubah.

Ferry menyarankan pemerintah untuk segera melakukan efisiensi fiskal, termasuk membatasi program populis yang tidak tepat sasaran dan merampingkan kabinet yang dinilai terlalu gemuk. Menurutnya, langkah ini penting untuk memberikan sinyal positif kepada pasar meski belum menjamin pemulihan instan.

Ia juga berpesan kepada pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam mengelola arus kas (cash flow) di tengah ketidakpastian global dan domestik. Fokus utama saat ini bagi pengusaha adalah menjaga kepercayaan dan stabilitas internal perusahaan ketimbang melakukan ekspansi agresif.

Situasi ekonomi nasional saat ini ia gambarkan sebagai pelayaran di perairan yang belum terpetakan, di mana denial atau penyangkalan terhadap kenyataan menjadi ancaman terbesar. Stabilitas hanya bisa dicapai melalui kesadaran untuk kembali ke jalur rasionalitas ekonomi yang berbasis sains dan data, bukan sekadar narasi politik. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung