Berita, Nasional

Effendi Gazali Sentil Gibran Tinggal Tunjukkan Ijazah SMA Demi Tuntas Polemik Kredibilitas Kepemimpinan

Repelita.net

14 October 2026 22:15 WIB • 83 view

Effendi Gazali Sentil Gibran Tinggal Tunjukkan Ijazah SMA Demi Tuntas Polemik Kredibilitas Kepemimpinan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Akademisi sekaligus pakar komunikasi politik, Effendi Gazali, melontarkan kritik menohok terkait kehebohan isu keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan lugas tersebut disampaikan Effendi Gazali dalam program Suara Nusantara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Nusantara TV pada Rabu, 14 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

Effendi Gazali meminta agar perdebatan publik mengenai dokumen pendidikan tersebut segera diakhiri dengan cara memperlihatkan bukti otentik ke hadapan publik dan Senayan.

Ia menekankan bahwa langkah paling sederhana untuk menyudahi spekulasi liar di tengah masyarakat adalah pembuktian langsung secara terbuka tanpa harus berbelit-belit.

"Ketika Pak Gibran menyatakan saya bisa kuliah di S1, mana mungkin saya ndak punya ijazah SMA. Saya percaya sampai malam ini. Karena logikanya kan ndak mungkin orang itu bisa sekolah S1 kalau nggak ada ijazah SMA," ujar Effendi Gazali dalam tayangan YouTube di kanal Nusantara TV pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI agar mengambil peran aktif untuk menjembatani persoalan ini di dalam forum resmi ketatanegaraan.

"Kita meyakini kalau ada pertanyaan di luar sana yang paling baik itu bola ditaruh di lapangan. Lapangannya sekarang DPR. Jangan di lapangan yang liar, di DPR mainnya," tegas Effendi Gazali pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Effendi Gazali menambahkan bahwa pemanggilan resmi di parlemen dapat menjadi wadah yang sangat transparan bagi semua pihak untuk membuktikan kebenaran data administrasi tersebut.

"Hadirkan ahli Anda selengkapnya, ya kan? Dan ceritakan semua, tunjukkan level itu. Tunjukkan ijazahmu gitu ya," ungkap Effendi Gazali.

Menurutnya, klarifikasi terbuka di DPR menjadi iktikad baik yang sangat positif agar keputusan Mahkamah Konstitusi serta pandangan publik memiliki landasan yang berpijak pada kebenaran.

"Jadi ini betul-betul niat baik kita, positif, kalau memang ada ijazahnya diperlihatkan aja. Jadi kita betul-betul yakin karena itu ada di pertimbangan," pungkas Effendi Gazali pada Rabu, 14 Oktober 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung