Repelita [Jakarta] - Kondisi perekonomian dan stabilitas nasional belakangan ini menjadi sorotan tajam di tengah kekhawatiran masyarakat akan terjadinya gejolak sosial dalam waktu dekat.
Melalui siaran langsung di kanal YouTube pribadinya pada 31 Mei 2026, Edy Mulyadi memberikan pandangan kritis mengenai situasi yang dihadapi bangsa saat ini.
ADVERTISEMENT
Ia menepis anggapan bahwa Indonesia hanya sedang tidak baik-baik saja, melainkan menyebut adanya indikasi penjarahan sumber daya alam oleh oknum tertentu.
Kalau ada yang bilang Indonesia sedang tidak baik² saja, itu salah besar.
Yang betul, Indonesia sedang dijajah dan dijarah.
Pengusaha dan penguasa bersekongkol menguras SDA dan menghancurkan Indonesia, tegas Edy dalam video yang dapat diakses melalui tautan https://youtube.com/live/0fzW2w7ekK8.
Sorotan utama diarahkan pada tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus menunjukkan tren kenaikan harga.
Ia memperingatkan bahwa angka Rp20.000 bisa saja terlampaui, yang kemudian akan memicu lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok di pasaran.
Situasi ini dinilai semakin ironis karena berbanding terbalik dengan gaya hidup para pemegang kekuasaan yang dianggap masih memamerkan kemewahan.
Kondisi tersebut digambarkan sebagai rumput kering yang sewaktu-waktu bisa tersulut api jika tidak segera diantisipasi oleh pihak-pihak terkait.
Terdapat kekhawatiran akan adanya kekuatan lama yang bermanuver bersama oligarki untuk kembali memegang kendali kekuasaan dalam waktu dekat.
Pertanyaan mengenai kemungkinan terjadinya situasi kacau atau chaos pada periode Juni hingga Juli 2026 kini menjadi spekulasi luas di kalangan masyarakat.
Narasi ini memantik diskusi mengenai seberapa besar potensi ancaman stabilitas tersebut dan apakah masih tersedia ruang untuk melakukan pencegahan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok