Repelita [Jakarta] - Kekhawatiran mengenai masa depan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih kini mulai mencuat di kalangan anggota legislatif.
Sejumlah pihak di DPR menyoroti kelayakan operasional program tersebut yang dinilai belum memiliki dasar perencanaan yang matang.
ADVERTISEMENT
Salah satu temuan yang memicu keresahan adalah lokasi pembangunan unit koperasi yang dinilai sangat tidak strategis bagi aktivitas ekonomi warga.
Beberapa koperasi bahkan didirikan di titik yang tidak masuk akal, seperti berdekatan dengan area pemakaman hingga di tengah kawasan hutan.
Legislator yang menilai pemilihan lokasi yang buruk tersebut merupakan sinyal kuat bahwa program pengelolaan ini berpotensi mengalami kegagalan besar.
Ketidakmampuan dalam memetakan potensi pasar dianggap akan mempercepat kebangkrutan koperasi yang digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi desa tersebut.
Keprihatinan ini semakin mendalam karena banyak unit koperasi yang telah selesai dibangun namun minim kegiatan transaksi karena minimnya akses masyarakat.
Para pengambil kebijakan di parlemen menuntut adanya evaluasi menyeluruh agar dana yang telah digelontorkan tidak terbuang sia-sia bagi proyek yang mangkrak.
Pihak pemerintah didesak untuk segera mengambil langkah perbaikan agar aset-aset tersebut tidak menjadi beban yang justru merugikan masyarakat setempat di kemudian hari.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok