Berita, Nasional

Dokter Tifa Usul Bentuk Sistem Verifikasi Kandidat Presiden Independen Demi Cegah Kasus Ijazah Palsu

Repelita.net

01 September 2026 21:21 WIB • 455 view

Dokter Tifa Usul Bentuk Sistem Verifikasi Kandidat Presiden Independen Demi Cegah Kasus Ijazah Palsu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Wacana mengenai pentingnya perbaikan sistem verifikasi bagi para pemimpin tertinggi negara kembali bergulir hangat di ruang publik digital.

Gagasan krusial mengenai pembentukan lembaga pemeriksaan khusus tersebut dibagikan oleh akun @DokterTifa pada tanggal 1 September 2026.

ADVERTISEMENT

Indonesia darurat dibentuk SISTEM VERIFIKASI KANDIDAT PRESIDEN-WAPRES

Persoalan yang saya pertanyakan sesungguhnya bukan soal ijazah semata.

Melainkan sebuah fakta bahwa:

Indonesia membutuhkan Reformasi verifikasi dokumen pejabat publik.

Dengan pernyataan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana negara memverifikasi pemenuhan syarat seseorang untuk menduduki jabatan publik tertinggi?
  2. Siapa yang seharusnya memiliki akses terhadap dokumen kandidat?
  3. Bagaimana mekanisme koreksi apabila terjadi sengketa setelah seseorang terpilih?
  4. Haruskah Indonesia membangun Presidential Candidate Verification System - Sistem Verifikasi Kandidat Presiden dan Wapres - yang independen?

Nomor 4 yang saya usulkan untuk dibuat oleh Pemerintah sebelum Pilpres 2029.

Sistem Verifikasi Kandidat Presiden dan Wapres yang terdiri dari beberapa unsur:

Unsur Hukum: Ahli Tata Negara, Ahli Hukum Pidana, Ahli Administrasi Negara

Unsur Akademik: Ahli Metodologi, Ilmuwan Politik, Ahli Sosiologi, Ahli Sejarah, Ahli Data Forensik, Ahli Administrasi Publik

Unsur Intelektual Publik: Ahli dan Ilmuwan Independen

Unsur Institutional Reform: Mantan Pejabat Tinggi yang bisa check and balances

Jika Sistem Verifikasi Kandidat Presiden-Wapres berhasil dibentuk oleh Pemerintahan Presiden Prabowo sebelum Pilpres 2029, maka tidak akan lagi negara ini kecolongan ijazah bodong dan suket.

Yang menghasilkan kriminalisasi para Peneliti independen, dan kegaduhan publik gara-gara kursus bahasa Inggris disetarakan ijazah SMK jurusan Akuntansi.

InsyaAllah. Bismillah.

Usulan mendalam mengenai perlunya pembenahan total seleksi administrasi pencalonan pemimpin itu langsung memicu beragam komentar dari para netizen.

Usulan penambahan unsur tokoh spiritual ke dalam tim verifikasi agar calon pemimpin memiliki integritas moral disampaikan oleh akun @gwchaniago.

@DokterTifa izin nambahkan satu lagi Bu' Dokter, qta perlu Tokoh Agama supaya Candidat terpilih lebih berMoral dan tidak Nir Etika.

Pandangan berbeda terkait mekanisme yang sudah ada sebelumnya turut diungkapkan oleh akun @priyono_aris.

Sebetulnya tidak darurat, sudah ada mekanisme nya kok buat menyanggah kalau ada kecurigaan cacat administrasi di aturan teknis KPU

Doa serta dukungan moril bagi pihak-pihak yang menyuarakan kebenaran turut dipanjatkan oleh akun @agustiana22.

Ya Allah lindungilah orang2 yang menjaga kebenaran dari kejahatan manusia2.

Perdebatan panjang di linimasa ini mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap integritas administrasi para pemegang kekuasaan masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung