Berita, Nasional

Dokter Tifa Siap Tanggung Konsekuensi Hukum Jika Ijazah Jokowi Terbukti Asli Lewat Uji Forensik Independen

Repelita.net

24 October 2026 00:00 WIB • 70 view

Dokter Tifa Siap Tanggung Konsekuensi Hukum Jika Ijazah Jokowi Terbukti Asli Lewat Uji Forensik Independen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Terdakwa Dokter Tifauzia Tyasumma atau Dokter Tifa menyampaikan kesiapannya menerima segala risiko apabila dokumen keabsahan milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo terbukti otentik.

Kendati demikian, Dokter Tifa menekankan bahwa proses pembuktian tersebut mesti dijalankan melalui serangkaian pengujian independen yang valid.

ADVERTISEMENT

Dirinya meminta agar langkah pengujian tidak cuma bertumpu pada pemeriksaan tunggal dari instansi laboratorium forensik milik aparat kepolisian semata.

Menurut pandangannya, keabsahan berkas pendidikan tersebut harus diverifikasi ulang lewat metode pemeriksaan silang dengan menghadirkan lembaga forensik independen sebagai pihak pembanding.

Dokter Tifa menegaskan bahwa bukti konkret yang dapat memvonis dirinya melakukan tindakan fitnah atau pencemaran nama baik adalah ketika wujud fisik dokumen tersebut diperlihatkan secara terbuka lalu diuji secara menyeluruh.

Satu-satunya barang yang bisa membuktikan saya mencemarkan nama baik dan saya memfitnah adalah dia menunjukkan ijazah, dia. Itu, ya, ujar Dokter Tifa pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia memaparkan bahwa usai wujud fisik dokumen itu diperlihatkan, pihaknya berkeinginan melangsungkan pengujian silang yang melibatkan lembaga pembanding independen.

Kalau ijazah dia dia berani tunjukkan, lalu kita kemudian melakukan cross examination, tidak cuma mengandalkan satu laboratorium forensik saja, tegasnya pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Lebih lanjut, ia mengklaim memiliki hak konstitusional untuk mengusulkan penggunaan laboratorium independen luar sebagai pembanding dalam rangkaian validasi tersebut.

Saya punya hak untuk mengajukan usulan menggunakan laboratorium forensik independen sebagai pembanding cross examination, itu yang dilakukan di Amerika Serikat, itu yang dilakukan di banyak negara lain, jelasnya pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Pihaknya mengaku bakal terus mendesak penerapan mekanisme pengujian independen tersebut agar hasil akhir penetapan status keaslian berkas didasari oleh pengujian silang yang kredibel.

Saya akan menuntut itu dilakukan, baru setelah itu putus, apakah betul ijazah ini asli atau palsu berdasarkan, ucapnya pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Saat ditanyai perihal kesediaan menanggung dampak hukum apabila dokumen tersebut sah terbukti otentik melalui metode uji silang, ia menyatakan kesiapannya secara terbuka.

Oh, tentu saja dong. Kalau memang ijazah itu terbukti asli dengan cross examination dan bukan hanya mengandalkan laboratorium forensik milik apa namanya Polri atau Jaya apapun, ya. Dan kemudian ternyata dengan dua pemeriksaan pembanding ini, ijazah itu asli, ya. Saya bersedia menanggung akibatnya, kuncinya pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Media Sosial Partai Solidaritas Indonesia Dian Sandi Utama juga menyuarakan pasang badan guna membela keabsahan dokumen mantan pimpinan negara tersebut.

Dian bahkan menyatakan siap menerima konsekuensi hukuman paling berat jika di kemudian hari terbukti bahwa dokumen pendidikan tersebut tidak otentik.

Dian menyebutkan bahwa komitmen tegas yang diambilnya bukan hal baru, melainkan telah diutarakannya semenjak menjalani pemeriksaan awal di markas kepolisian.

Saya dari awal itu sudah mengatakan, waktu saya dipanggil pertama kali oleh Polda Metro Jaya, waktu BAP pertama saya mengatakan, mau bagaimanapun saya tetap akan lawan kalian, saya bilang, ujar Dian Sandi Utama pada Rabu, 29 Juli 2026.

Dirinya menandaskan tidak akan surut langkah maupun merubah sikap meskip un dihadapkan pada pelbagai potensi risiko hukum.

Mau sampai kapanpun, dengan cara apapun saya akan lawan, saya bilang. Saya sampaikan begitu, lanjutnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Dian bahkan melayangkan tantangan terbuka yang menggambarkan tingkat keyakinan dirinya terhadap keaslian dokumen formal milik Jokowi tersebut.

Bahkan, dilanjutannya saya mengatakan bahwa, kalau ijazah ini palsu, saya bilang, penjarakan saya seumur hidup. Nggak usah sidang-sidang saya, ucapnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ia menambahkan bersedia membubuhkan tanda tangan tertulis di atas meterai agar polemik yang bergulir di tengah publik dapat segera tuntas.

Ayo, saya tanda tangan di atas materai. Agar ini berakhir, gitu loh, tegasnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut penilaian Dian, perdebatan yang terus diproduksi membuat Presiden ke-7 RI tersebut tidak bisa menikmati masa purnatugasnya dengan tenang bersama keluarga.

Ini kan kasihan Pak Jokowi ini. Beliau ini mau istirahat. Kasian rakyat juga, kan. Beliau ini mau orang tua loh, mau istirahat, mau bersama anak cucu, apa segala macam di Solo kan, imbuhnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ia mengemukakan bahwa agenda purnatugas Jokowi seharusnya cukup diisi dengan menyambut tamu serta menjalani kehidupan pensiun tanpa gangguan perdebatan ijazah.

Beliau itu sudah asik menerima tamu dan lain-lain. Tapi kan diganggu-ganggu terus sama mereka, terangnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Dian menyayangkan aksi sejumlah pihak yang dinilainya melampaui batas hingga mendatangi kediaman pribadi hingga area pemakaman orang tua Jokowi.

Bahkan sampai didatengin rumahnya, didatengin kuburan orang tuanya kan begitu kan waktu itu, cetusnya pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ia menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil semata-mata dipicu oleh dorongan agar perselisihan publik ini menemui titik akhir.

Kita kan ingin menyelesaikan ini. Makanya saya sampaikan, apa motivasi terbesar saya melakukan ini dengan segala jenis resiko yang saya harus terima ke depan, saya ingin ini selesai. Saya ingin ini dan ada lagi yang bahas-bahas ini, kuncinya pada Rabu, 29 Juli 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung