Berita, Nasional

Dokter Tifa: P21 Bukan Akhir, Siap Buktikan Kebenaran di Meja Hijau dan Hadapi Persidangan Terbuka

Repelita.net

06 June 2026 17:38 WIB • 740 view

Dokter Tifa: P21 Bukan Akhir, Siap Buktikan Kebenaran di Meja Hijau dan Hadapi Persidangan Terbuka
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Dokter Tifa merespons ramainya perbincangan publik mengenai status hukumnya yang telah mencapai tahap P21 atau kelengkapan berkas perkara penyidikan.

Ia menyoroti sikap segelintir pihak yang ia sebut sebagai buzzer, yang menyambut kabar tersebut dengan keriuhan seolah sebuah vonis akhir telah dijatuhkan.

ADVERTISEMENT

Melalui unggahan di akun Twitter pribadinya, ia menegaskan bahwa status tersebut bukanlah titik henti melainkan awal dari proses pembuktian yang sesungguhnya.

"Buzzer, termul, berteriak, berkotek, menyalak berisik: P21. P21. P21. Bahkan sebagian sudah menggelar pesta. Seolah itu akhir. Seolah itu vonis sebelum pengadilan berbicara," tulisnya dalam cuitan.

Dokter Tifa menjelaskan bahwa selama tujuh bulan terakhir dirinya berstatus sebagai tahanan kota dan tetap menjalankan kewajiban wajib lapor ke pihak Polda secara rutin.

Ia mengaku menjalani setiap prosedur hukum tersebut dengan ketenangan, sembari tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian pendidikan doktoral S3 yang sedang ia tempuh.

"Kuhikmati, setiap langkah kakiku ke kantor polisi untuk wajib lapor, bukan sekadar prosedur. Langkah ini adalah pengingat bahwa kebenaran sering kali harus berjalan sendirian," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi persidangan sebagai ruang pembuktian agar fakta dapat tersaji secara transparan tanpa narasi yang dimanipulasi.

Respons tersebut memancing berbagai komentar dukungan dari para pengikutnya di media sosial yang mendoakan agar urusannya segera dimudahkan.

Salah satu akun, Rud @Rudetiawanst, menuliskan, "Tetap semangat. Tetap sehat Bu Dok. Kami akan selalu dengan Pembela Kebenaran".

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dan akan terus berdiri tegak selama masih memiliki kemampuan untuk berpikir serta menyuarakan keyakinannya.

"Aku tidak takut pada proses. Aku hanya takut jika kebenaran dibungkam. Dan selama aku masih bisa melangkah, masih bisa berbicara, masih bisa berpikir… maka aku akan tetap berdiri," pungkasnya.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung