Repelita Jakarta - Seorang tenaga medis ahli kandungan memberikan pernyataan resmi usai namanya menjadi pusat perbincangan hangat akibat tuduhan pengiriman pesan tidak pantas di jagat maya.
Oknum praktisi kesehatan tersebut menegaskan bahwa problematika yang sedang bergulir murni merupakan urusan personal dan tidak memiliki keterkaitan dengan tugas kedinasannya.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @Firmansyah_1976 yang memperlihatkan rekaman testimoni sang dokter terkait polemik siber yang menyeret reputasinya.
Dalam tayangan konfirmasi tersebut, figur bersangkutan membantah keras anggapan publik bahwa kasus ini terjadi di lingkungan tempat tidur pasien atau fasilitas kesehatan tempatnya bernaung.
Dirinya juga memberikan garansi bahwa perkara hukum ini sama sekali tidak menyentuh ranah operasional kedokteran ataupun kelalaian penanganan terhadap pasien.
“Permasalahan tersebut bukanlah permasalahan tindakan medis maupun malpraktik dalam tugas profesi saya,” ujar Muhammad Iqbal dalam video yang beredar.
Menurut argumennya, eskalasi kegaduhan di ruang siber ini murni timbul dari perselisihan personal antara dirinya dengan seorang pengguna platform berbagi foto.
“Sehingga permasalahan tersebut murni permasalahan antara pribadi saya dengan pemilik akun media sosial yang ada di Instagram,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengimbau publik untuk bersikap bijak dengan tidak menyeret nama baik yayasan kesehatan maupun pusat medis tempat dirinya menjalankan profesi sehari-hari.
Kendati demikian, sang dokter menyatakan kesiapannya untuk berdiri tegak menghadapi segala macam konsekuensi hukum maupun administratif dari problematika ini.
Dirinya bahkan menegaskan tidak akan menghindar apabila jajaran manajemen pusat kesehatan tempatnya berpraktik memutuskan untuk menjatuhkan tindakan disipliner tingkat berat.
“Segala akibat dari permasalahan saya dengan RS Lebong maupun Klinik Kirana Curup, saya siap menanggung atas diri saya dan saya siap menerima sanksi apa pun dari Klinik Kirana Curup maupun RS Lebong,” ujarnya.
Meskipun telah melayangkan nota pembelaan, figur ahli medis tersebut enggan membeberkan secara kronologis akar permasalahan intim yang memicu kemarahan netizen.
Ia juga memilih menutup rapat substansi dari rangkaian kalimat elektronik yang sempat tersebar luas dan memicu kecaman dari berbagai komunitas siber.
Sebagai informasi pelengkap, skandal ini mencuat setelah sejumlah gambar tangkapan layar yang memuat untaian kalimat sensual beredar luas di pelbagai kanal informasi digital.
Dugaan pelanggaran etika moral itu seketika memantik reaksi negatif publik mengingat latar belakang pelaku yang sehari-hari berurusan dengan ruang privat kesehatan kaum perempuan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok