Berita, Nasional

Dino Patti Djalal Minta Pemerintah Setop Asbun Sikapi Sentimen Pasar

Repelita.net

25 October 2026 00:45 WIB • 91 view

Dino Patti Djalal Minta Pemerintah Setop Asbun Sikapi Sentimen Pasar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal, melayangkan peringatan tegas serta masukan kritikal kepada jajaran pemerintah terkait pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sorotan tersebut disampaikan menyusul mengemukanya ancaman penurunan status pasar modal Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dino Patti Djalal mendesak agar para pejabat publik dan pemangku kebijakan menahan diri serta tidak memberikan pernyataan yang tidak terukur di ruang publik. Menurut pandangannya, dinamika pasar keuangan global sangat sensitif terhadap berbagai celotehan maupun respons emosional dari para pejabat pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Jangan banyak bicara dulu, karena pasar sangat sensitif terhadap celetukan pejabat yang asal bunyi," kata Dino Patti Djalal pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Ia menilai bahwa tindakan responsif yang bersifat defensif justru berisiko memperburuk erosi kepercayaan para investor terhadap prospek bursa saham dalam negeri.

Ia mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengabaikan sinyal bahaya yang tengah melanda iklim investasi nasional. Pihak istana diharapkan menerima gambaran informasi yang utuh serta objektif mengenai kondisi riil pergerakan pasar di lapangan.

"Kalau Presiden tidak mencium gejala ini, berarti beliau tidak mendapat informasi yang sebenarnya mengenai kondisi di lapangan. Saran saya, lebih baik mengobati erosi kepercayaan ini dari awal ketimbang menunggu sampai sudah tidak tertolong," tegas Dino Patti Djalal pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Selain menyoroti pernyataan pejabat, Dino Patti Djalal juga mengimbau pemerintah agar menghentikan upaya pengerahan narasi opini publik melaui pihak ketiga di media sosial. Ia menyayangkan adanya manuver pihak tertentu yang melancarkan narasi konspirasi terhadap lembaga pemeringkat internasional.

"Rem dulu buzzer sewaan. Kita sekarang mengalami situasi yang agak aneh di mana ada pihak yang memobilisasi buzzer sewaan untuk menyerang MSCI dengan macam-macam teori konspirasi," ungkap Dino Patti Djalal. Menurutnya, langkah pembentukan opini semacam itu sama sekali tidak memberi dampak positif bagi pemulihan kepercayaan investor asing.

"Tidak ada gunanya kita mengompori rakyat sendiri, sementara MSCI tidak berkantor di Indonesia. Jadi mereka juga tidak akan terpengaruh," tuturnya pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Sebagai bahan perbandingan akademis, Dino membeberkan rekam jejak diplomasi ekonomi negara lain seperti China saat berhadapan dengan keputusan evaluasi MSCI. Ia menyebut China pernah mengalami penolakan dari MSCI selama tiga tahun berturut-turut ketika berupaya menaikkan status bursa ke jenjang emerging market.

Namun alih-alih bersikap defensif atau melayangkan tuduhan, pemerintah China memilih fokus melakukan pembenahan tata kelola pasar modal secara masif hingga akhirnya resmi diakui pada tahun 2018. Pengalaman tersebut dinilainya patut dijadikan cermin bagi pemerintah Indonesia untuk fokus pada perbaikan regulasi dan transparansi bursa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung