Berita, Nasional

Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan Penistaan Agama JK

Repelita.net

29 April 2026 14:36 WIB • 913 view

Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan Penistaan Agama JK
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mendesak aparat kepolisian agar tidak melanjutkan atau menghentikan laporan dugaan kasus penistaan agama yang menjerat mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Desakan tersebut disampaikan Din menyusul adanya laporan polisi dari sejumlah ormas yang menuding JK telah melakukan penistaan agama dalam ceramahnya di Masjid Kampus UGM.

ADVERTISEMENT

Menurut Din, jika proses hukum tetap dilanjutkan maka hal itu berpotensi besar memicu konflik horizontal antarumat beragama di Indonesia.

"Pesan saya pada yang mempersoalkan ceramah Pak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM agar jangan memelintir, saya menjadi saksi pertemuan Malino untuk adanya perdamaian. Kalau ini tidak dihentikan, apalagi jika kepolisian melanjutkannya, tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, ini sungguh akan menimbulkan konflik antara umat beragama," ujarnya kepada wartawan pada Kamis (23/4/2026).

Din mengaku bersama para tokoh lintas agama, khususnya tokoh Kristen, telah bertemu langsung dengan JK di kediamannya untuk membahas persoalan ini.

Mereka semua merupakan saksi sekaligus orang yang terlibat langsung dalam perjanjian Malino untuk perdamaian atas konflik agama di Poso, Sulawesi, dan Ambon, Maluku.

"Pertemuan malam ini menjadi penting karena pertemuan di Malino, Sulawesi untuk perdamaian konflik Poso dan konflik Ambon 2002, 24 tahun lalu yang berhasil menimbulkan kerukunan antaraumat Islam dan umat Kristiani, terakhir ini tercerderai dengan adanya pihak yang bersengaja memelintir pernyataan pak Jusuf Kalla," tuturnya.

Namun, Din menyayangkan bahwa hasil perjanjian Malino itu seolah terciderai oleh oknum tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja memotong dan memelintir video ceramah JK secara tidak utuh.

Tak hanya memelintir, ada juga pihak yang menuduh JK melakukan penistaan agama dan melaporkannya ke polisi meskipun tuduhan tersebut tidak berdasar.

"Dan juga mengadukannya ke kepolisian, ini sungguh berbahaya sekali karena dapat menimbulkan luka lama dan juga menimbulkan konflik diantara umat beragama," terang mantan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut.

Tuduhan yang dilontarkan kepada JK dinilai sangat berbahaya karena bisa membuka kembali luka lama di wilayah konflik seperti Poso dan Ambon.

Hal itu juga berpotensi memicu konflik baru antarumat beragama di berbagai daerah yang selama ini sudah hidup rukun dan damai.

Din berpesan kepada pihak-pihak yang mempersoalkan ceramah JK agar tidak memotong dan memelintir pernyataan tanpa melihat konteks secara utuh.

Padahal saat ini situasi Indonesia secara umum telah menampakkan kerukunan yang sangat akrab di antara umat beragama.

Kepada kepolisian, Din secara tegas meminta agar laporan tersebut segera dihentikan karena tidak memiliki bukti yang cukup.

Terlebih video yang menjadi objek laporan itu jelas-jelas telah dipotong dan dipelintir seolah-olah dibuat dengan sengaja untuk mengadu domba antarumat beragama.

"Maka pesan kami, pesan saya, hentikan, tidak perlu maju karena jelas itu tidak beralasan, apalagi jika ada yang mengambil prakarsa, mengupload video yang dipelintir itu, ini sebuah langkah yang berbahaya. Kepada umat Islam, umat Kristiani saya berpesan untuk dapat menahan diri, jangan terpengaruh penghasut, oleh provokator yang bersengaja mengadu domba diantara umat beragama di Indonesia ini," katanya mengakhiri pernyataan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung