Berita, Internasional

Di Balik Kematian Ilmuwan, Kongres AS Soroti Program Rahasia dan Panggil Pentagon

Repelita.net

21 April 2026 22:14 WIB • 1,075 view

Di Balik Kematian Ilmuwan, Kongres AS Soroti Program Rahasia dan Panggil Pentagon
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat menyoroti program-program rahasia pemerintah di balik kematian misterius para ilmuwan yang bekerja dalam proyek strategis.

Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR secara resmi memanggil Pentagon serta lembaga federal lainnya untuk memberikan klarifikasi.

ADVERTISEMENT

Anggota DPR dari Partai Republik, James Comer dan Eric Burlison, meminta penjelasan dari Departemen Energi, Pentagon, FBI, dan NASA.

Langkah ini diambil setelah muncul laporan tentang kematian dan hilangnya individu yang memiliki akses ke informasi ilmiah sensitif.

“Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR sedang menyelidiki laporan publik yang belum terkonfirmasi baru-baru ini tentang hilangnya dan kematian individu yang memiliki akses ke informasi ilmiah sensitif. Kami meminta penjelasan tentang informasi apa pun,” demikian bunyi dokumen resmi komite.

Para anggota Kongres menilai bahwa insiden tersebut, jika terbukti memiliki keterkaitan, dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional.

Komite meminta penjelasan rinci mengenai protokol keamanan yang diterapkan untuk melindungi para ilmuwan yang bekerja dengan data berklasifikasi tinggi.

Lembaga-lembaga terkait diminta memberikan informasi mengenai langkah-langkah mitigasi risiko serta sistem pengawasan yang telah dijalankan.

Menurut laporan media yang menjadi perhatian Kongres, setidaknya 11 individu dilaporkan meninggal dunia atau hilang sejak tahun 2022.

Sebagian besar dari mereka disebut memiliki keterlibatan dalam bidang-bidang strategis seperti fisika nuklir dan penelitian antariksa.

Beberapa korban diketahui bekerja di Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA serta Laboratorium Nasional Los Alamos.

Salah satu kasus yang mencuat adalah kematian Michael David Hicks, ilmuwan NASA JPL yang meninggal pada 2023.

Monica Reza juga dilaporkan hilang saat mendaki di California pada Juni 2025 hingga saat ini belum ditemukan.

Pada Februari 2026, pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara William Neil McCasland dilaporkan hilang dari rumahnya di Albuquerque.

Ia dilaporkan meninggalkan rumah dengan membawa pistol dan tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Kasus lainnya termasuk ilmuwan MIT yang meneliti fusi nuklir serta kontraktor pemerintah di fasilitas produksi komponen senjata nuklir.

Eric Burlison meminta agar proses investigasi tidak diarahkan oleh prasangka terhadap negara tertentu seperti Rusia atau China.

“Kita harus keluar dari semua prasangka yang ada dan fokus kepada investigasi yang sedang berlangsung. Biarkan tim bekerja dulu, nanti akan diketahui seperti apa hasilnya,” ujar Burlison.

James Comer menegaskan bahwa Kongres serius menindaklanjuti laporan tersebut dengan meminta data lintas lembaga.

“Kami telah meminta seluruh agensi, Departemen Energi, NASA, Departemen Pertahanan, untuk membagi informasi kepada kami terkait kematian misterius para ilmuwan,” kata Comer.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan keprihatinannya atas kasus-kasus ini dan mendorong penyelidikan lebih lanjut.

“Saya harap ini hanya kebetulan, tapi kita akan tahu dalam satu atau dua minggu ke depan. Ini masalah yang cukup serius,” ujar Trump.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung