Repelita Jakarta - Indikasi keberpihakan Dewan Perdamaian bentukan kepemimpinan Amerika Serikat di bawah kendali Donald Trump terhadap Israel kian menguat di ruang publik.
Salah satu tokoh miliarder kenamaan yang dipercaya menduduki kursi strategis dalam dewan tersebut kedapatan aktif mengalirkan dana besar guna menjegal langkah politik para kandidat yang vokal mengkritik kebijakan Tel Aviv.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan penelusuran dokumen resmi Komisi Pemilihan Umum Federal, tokoh keuangan terkemuka Marc Rowan telah menggelontorkan dana total mencapai 1,5 juta dolar Amerika Serikat sepanjang tahun berjalan.
Aliran dana fantastis tersebut disalurkan langsung kepada United Democracy Project, sebuah komite aksi politik super yang berafiliasi erat dengan komite urusan publik Amerika-Israel.
Sosok yang menjabat sebagai pimpinan tertinggi Apollo Global Management dengan kepemilikan harta melampaui 8 miliar dolar tersebut memberikan tahap awal donasi sebesar 1 juta dolar pada bulan Maret.
Gelontoran dana susulan senilai 500.000 dolar Amerika Serikat kemudian menyusul diserahkan menjelang penghujung bulan Juli pada tahun yang sama.
Sumbangan perdana tersebut bertepatan dengan masifnya operasi pendanaan yang dilakukan komite politik terafiliasi AIPAC guna menumbangkan politikus Partai Republik, Thomas Massie.
Tokoh asal Kentucky tersebut dikenal luas sebagai figur penentang keras pengiriman pasokan bantuan militer Amerika Serikat untuk mendukung operasi militer Israel hingga akhirnya gagal dalam kontestasi pemilihan ulang.
Gelombang donasi kedua masuk bertepatan ketika kelompok lobi tersebut menggelontorkan anggaran puluhan ribu dolar untuk membiayai materi kampanye pos di wilayah Michigan guna menargetkan politikus progresif pro-Palestina.
Sasaran empuk operasi politik tersebut adalah Abdul El-Sayed yang saat itu tengah berjuang mencalonkan diri sebagai senator mewakili Partai Demokrat.
Operasi pemenangan tandingan juga menyasar mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat, Cori Bush, di wilayah Missouri guna menjegal perlawanan terhadap petahana yang disokong penuh jaringan lobi tersebut.
Keterlibatan finansial berskala masif ini memicu perdebatan sengit karena benturan kepentingan melekat erat pada posisi resmi Rowan di dalam dewan perdamaian bentukan kepresidenan.
Badan khusus tersebut sebelumnya diberikan mandat penuh untuk mengeksekusi rancangan penyelesaian masa depan wilayah Jalur Gaza yang sempat mengalami jalan buntu.
Kini dia duduk di dewan yang akan menentukan masa depan Gaza, ungkap Direktur Advokasi Democracy for the Arab World Now, Raed Jarrar, menyoroti penunjukan tersebut.
Warga Palestina tidak memilihnya, begitu pula pemilih Amerika. Baik warga Amerika maupun Palestina berhak mengetahui kepentingan siapa yang sebenarnya sedang diperjuangkan, imbuhnya menegaskan.
Gedung Putih secara resmi memasukkan nama sang taipan keuangan tersebut ke dalam jajaran dewan penasihat pada bulan Januari.
Agenda rapat pleno badan penasihat yang berlangsung bulan berikutnya langsung diisi dengan paparan kalkulasi ekonomi terkait potensi komersial pembangunan kembali Gaza dari reruntuhan perang.
Potensinya sangat besar, ujar Rowan di hadapan para peserta rapat kala memaparkan proyeksi nilai ekonomis wilayah pesisir tersebut.
Ini bukan masalah uang atau jaminan. Ini adalah masalah perdamaian, sambungnya saat meyakinkan para pemangku kepentingan terkait rencana investasi raksasa itu.
Angka taksiran nilai ekonomi garis pantai Gaza diklaim menyentuh angka 50 miliar dolar, disusul sektor perumahan senilai 30 miliar dolar, serta infrastruktur pendukung dengan nominal serupa.
Pengelolaan berbagai aset komersial bernilai fantastis tersebut di bawah kendali dewan diyakini mampu menciptakan manajemen sumber daya tanpa gesekan bagi warga lokal.
Nilai sebesar 115 miliar, tegas sang miliarder saat menjelaskan bahwa potensi kekayaan wilayah konflik tersebut hanya memerlukan pembukaan akses dan suntikan modal memadai.
Rekam jejak sang tokoh kaya raya sebagai penyandang dana utama kegiatan politik serta pendukung setia agenda Israel telah terbangun sejak lama.
Sumbangan awal seperempat juta dolar tercatat diberikan pada tahun pembentukan komite politik super AIPAC sebelum akhirnya meningkat drastis menjelang tahun politik berikutnya.
Peran aktif dalam menekan gerakan protes mahasiswa di berbagai perguruan tinggi tinggi Amerika Serikat yang menentang agresi militer di Gaza juga dijalankan secara konsisten.
Intervensi langsung bahkan sempat diarahkan kepada pihak almamaternya sendiri di Universitas Pennsylvania guna meredam gejolak demonstrasi pembelaan terhadap masyarakat Palestina.
Kritik tajam atas keterlibatan figur kontroversial tersebut dilontarkan oleh pimpinan eksekutif komite politik tandingan pro-Palestina, Margaret DeReus.
Marc Rowan telah menggunakan posisinya untuk mencoba membungkam warga Palestina dan mencoreng nama baik mahasiswa yang memprotes genosida yang dilakukan Israel, tuding DeReus secara terbuka.
Ia mengecam langkah sang miliarder yang menggelontorkan dana jutaan dolar demi melanggengkan pandangan minor terkait penggunaan anggaran pajak publik untuk membiayai operasi militer Tel Aviv.
Dewan korup bentukan pimpinan tertinggi eksekutif tersebut dinilai hanya menjadi alat legitimasi bagi upaya pembersihan etnis serta kelanjutan penindasan terhadap warga sipil di Gaza.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok