Repelita Jakarta - Pasukan Amerika Serikat melakukan penyergapan terhadap sebuah kapal tanker minyak di Samudra Hindia pada Senin (20/4/2026).
Kapal yang disergap bernama M/T Tifani, sebuah kapal tanker yang telah dikenai sanksi oleh AS karena diduga terlibat dalam penyelundupan minyak mentah milik Iran.
ADVERTISEMENT
Aksi penyergapan ini terjadi di perairan antara Sri Lanka dan Indonesia, tepatnya di bawah yurisdiksi Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) .
Departemen Perang AS mengonfirmasi bahwa pasukannya melakukan pemeriksaan dan pencegatan maritim terhadap kapal tersebut tanpa mengalami perlawanan atau insiden berarti .
Dalam video yang dirilis Pentagon, terlihat pasukan AS menggunakan helikopter untuk menaiki dan menggeledah kapal tanker yang dinilai tidak memiliki kewarganegaraan yang jelas tersebut .
Penyitaan ini menjadi babak baru dari perluasan operasi militer AS yang tidak lagi terbatas di Timur Tengah, tetapi hingga ke kawasan Indo-Pasifik .
M/T Tifani diketahui memiliki kapasitas angkut sekitar 2 juta barel minyak mentah yang dimuat di Pulau Kharg, Iran, sebelum akhirnya berlayar melintasi Samudra Hindia .
AS menuduh kapal tersebut merupakan bagian dari armada gelap Iran yang menggunakan metode transfer antarkapal untuk menyelundupkan minyak ke berbagai negara, termasuk China .
Menanggapi situasi ini, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyatakan bahwa kehadiran kapal perang asing di kawasan seperti Selat Malaka masih dalam koridor patroli rutin kebebasan navigasi .
Ia menilai tindakan tersebut bukanlah hal baru di jalur pelayaran internasional .
TNI Angkatan Laut juga memastikan bahwa aktivitas kapal perang asing di Selat Malaka masih sesuai dengan hak lintas transit berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982 .
Washington menyatakan akan terus melakukan upaya penegakan hukum maritim global terhadap kapal-kapal yang memberikan dukungan material kepada Iran, di mana pun mereka beroperasi .
Seorang pejabat Pentagon mengungkapkan bahwa pihaknya akan menentukan dalam beberapa hari mendatang apakah kapal Tifani akan ditarik ke AS atau diserahkan ke negara lain .
Penyitaan ini terjadi di tengah ketegangan tinggi pasca pemberlakuan blokade AS terhadap pelabuhan Iran dan gagalnya putaran pertama negosiasi damai di Islamabad .
Sebelumnya, AS juga telah mengalihkan atau memblokir setidaknya 28 kapal yang mencoba melanggar blokade di Teluk Oman dan Selat Hormuz .
Langkah ini menandai fase baru kampanye tekanan Gedung Putih yang oleh para pejabat disebut sebagai kemarahan ekonomi terhadap rezim Teheran .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok