Berita, Ekonomi

[DESAKAN] Gema Nasional Minta Presiden Prabowo Tak Ragu Reshuffle Zulhas dari Kabinet, Dinilai Gagal Kendalikan Krisis Pangan

Repelita.net

25 May 2026 17:32 WIB • 857 view

[DESAKAN] Gema Nasional Minta Presiden Prabowo Tak Ragu Reshuffle Zulhas dari Kabinet, Dinilai Gagal Kendalikan Krisis Pangan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aliansi pemuda yang tergabung dalam Gerakan Muda (Gema) Nasional mendesak Kepala Negara Prabowo Subianto untuk mengambil tindakan tegas berupa perombakan susunan pembantu presiden, khususnya mencopot jabatan Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Langkah restrukturisasi birokrasi tersebut dinilai sangat krusial mengingat sang menteri dianggap tidak kompeten serta minim visi kepemimpinan strategis dalam memitigasi karut-marut tata kelola komoditas pangan nasional yang kian menjepit daya beli masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

Ketua Umum Gema Nasional, Eko Saputra, menyoroti fenomena meroketnya grafik harga bahan pokok di pasar tradisional serta lemahnya fungsi pengawasan terhadap jalur distribusi logistik yang mengakibatkan kelompok masyarakat ekonomi lemah kian kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Dirinya menyayangkan ketiadaan terobosan taktis maupun formulasi kebijakan solutif dari kementerian koordinator terkait demi meredam gejolak pasar siber yang terus membebani kehidupan harian warga negara belakangan ini.

“Jabatan strategis yang seharusnya menjadi benteng utama stabilitas nasional kini justru terkesan kehilangan arah. Ini menegaskan bahwa mempertahankan menteri yang gagal sama saja dengan mempertaruhkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo,” kata Eko kepada wartawan di Jakarta, Minggu malam, 24 Mei 2026.

“Presiden tidak boleh ragu melakukan evaluasi keras. Jika Zulkifli Hasan tidak mampu menjawab krisis pangan dengan kerja nyata, maka tidak ada alasan untuk tetap mempertahankannya di kabinet. Reshuffle adalah keniscayaan,” tambah figur aktivis tersebut mendesak ketegasan sikap dari istana.

Dalam kalkulasi logisnya, urusan ketahanan logistik nasional bukan sekadar persoalan teknis administratif di atas kertas ataupun panggung pencitraan bagi para elite politik semata, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak serta wibawa negara.

Ketika gelombang kenaikan harga barang pokok terus menggerus tabungan masyarakat, jajaran kabinet membutuhkan sosok pemimpin yang berorientasi penuh pada hasil kerja nyata di lapangan, bukan sekadar memoles reputasi politik di hadapan kamera.

Lebih lanjut, tokoh pemuda asal Serambi Mekah tersebut menilai hambatan komunikasi serta buruknya penyelarasan program kerja lintas sektoral menjadi indikator nyata dari rapuhnya manajemen kepemimpinan pada level kementerian koordinator.

Jika pembiaran terhadap penurunan performa kerja ini terus berlanjut tanpa ada intervensi pembenahan, maka dampak sentimen negatifnya dipastikan bakal merembet hingga merusak tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas kabinet secara kolektif.

“Kabinet Merah Putih harus diisi oleh orang-orang yang mampu bekerja di bawah tekanan, bukan mereka yang justru menjadi beban politik Presiden. Jangan sampai loyalitas politik mengalahkan kepentingan rakyat,” tegasnya mengingatkan urgensi profesionalisme birokrasi.

Organisasi kepemudaan ini menyatakan komitmen penuh di belakang kebijakan strategis kepala negara apabila ingin melakukan pembersihan internal dari aparatur negara yang dinilai kontraproduktif demi menjaga jalannya roda pemerintahan yang responsif terhadap aspirasi rakyat kecil.

“Momentum reshuffle harus dijadikan titik balik untuk memperkuat pemerintahan, bukan sekadar rotasi jabatan tanpa arah. Presiden harus menunjukkan bahwa tidak ada toleransi bagi pembantu negara yang gagal menjalankan amanah,” pungkasnya menutup pernyataan pers tersebut.

Sebagai informasi pelengkap, isu perombakan posisi menteri ini sebelumnya sempat mencuat secara implisit saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri agenda panen raya sektor perikanan di wilayah pesisir Kebumen, Jawa Tengah, pada hari Sabtu, 23 Mei 2026.

Pada momen sambutan kenegaraan tersebut, kepala negara sempat melontarkan kekeliruan data spasial di hadapan massa yang hadir, “Terima kasih saya diundang ke sini Desa Karang Duwur,” ucap Prabowo menyapa masyarakat setempat.

Mendengar kekeliruan penyebutan wilayah tersebut, kelompok warga setempat langsung menyuarakan koreksi secara serentak bahwa lokasi riil dari kegiatan tersebut sesungguhnya berada di area administrasi Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.

Merespons koreksi spontan dari masyarakat siber, sang presiden kemudian melempar gurauan bernada sindiran yang diarahkan langsung kepada Zulkifli Hasan sebagai pihak yang bertanggung jawab menyuplai data operasional kunjungan.

"Waduh ini Menko tadi salah nama, perlu direshuffle gak ini kira-kira?" kata Prabowo yang langsung memantik gelombang tawa riuh dari ratusan warga di lokasi peninjauan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung