Berita, Internasional

Demonstrasi Rusuh Prancis Chaos Akibat Kenaikan Biaya Hidup hingga Penjarahan Toko Meluas di Berbagai Kota

Repelita.net

18 October 2026 16:50 WIB • 90 view

Demonstrasi Rusuh Prancis Chaos Akibat Kenaikan Biaya Hidup hingga Penjarahan Toko Meluas di Berbagai Kota
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah kerusuhan berskala besar dilaporkan melanda berbagai wilayah kota besar di Prancis hingga mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah objek vital serta fasilitas publik.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut disiarkan melalui unggahan rekaman visual di kanal YouTube iNews pada hari Minggu, 18 Oktober 2026 yang mengabarkan eskalasi amuk massa yang kian tidak terkendali di lapangan.

Aksi penyampaian aspirasi yang semula berjalan tertib seketika berubah menjadi bentrokan fisik yang sangat mencekam antara elemen masyarakat dan aparat penegak hukum.

Demonstrasi rusuh pecah di penjuru Prancis, Sabtu (17/10/2026). Ratusan ribu demonstran terdiri atas pelajar dan mantan aktivis "rompi kuning" turun ke jalan di berbagai kota di Prancis menyuarakan berbagai tuntutan.

Massa yang turun ke jalan dilaporkan melakukan tindakan anarkis berupa perusakan massal serta pembakaran terhadap beberapa aset infrastruktur bersejarah milik pemerintah.

Demontsrasi berlangsung panas diwarnai bentrokan dengan polisi serta pembakaran, perusakan fasilitas umum, hingga penjarahan.

Akar permasalahan dari pergerakan massa yang masif ini disinyalir berkaitan erat dengan gelombang protes atas kemerosotan daya beli serta efisiensi anggaran pelayanan domestik.

Kerusuhan meletus di berbagai kota di Prancis, massa menentang kenaikan biaya hidup dan penurunan layanan publik, hingga berubah menjadi kekerasan terburuk di Prancis sejak beberapa dekade.

Jajaran pimpinan tertinggi negara menengarai adanya keterlibatan aktor intelektual tertentu yang dengan sengaja memanfaatkan momentum pergerakan tersebut demi memicu instabilitas nasional.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menuding ada pihak yang sengaja menebar kekacauan di tengah demonstrasi rusuh yang melanda negaranya.

Otoritas keamanan setempat menegaskan tidak akan tinggal diam dan berjanji bakal mengambil tindakan represif yang sangat tegas terhadap seluruh oknum yang terlibat anarkisme.

Dia berjanji menuntut dan menghukum para pelaku kekerasan yang merusak fasilitas umum, menjarah toko, hingga bentrok dengan polisi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok








TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung