Repelita [Jakarta] - Gelombang protes terkait dugaan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis kini meluas hingga ke Sulawesi Selatan.
Puluhan demonstran mendatangi Kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada Selasa (9/6/2026), untuk menuntut pengusutan atas indikasi korupsi pada program tersebut.
ADVERTISEMENT
Aksi yang diwarnai pemblokiran jalan ini sebagai bentuk desakan agar pihak kejaksaan segera mengambil langkah hukum terhadap oknum terkait.
Pihak Kejati Sulsel yang diwakili Kasi Penerangan Hukum, Soetarmi, menyatakan telah menerima aspirasi massa dan meminta pihak pelapor segera melengkapi bukti pendukung untuk telaah awal.
Laporan ini ditujukan pada dugaan keterlibatan oknum Koordinator Wilayah BGN Gowa serta Koordinator SPPI Sulsel yang dinilai tidak transparan dalam menjalankan program.
Jenderal Lapangan aksi, Syarif, menegaskan bahwa pelanggaran sistematis dalam program negara ini harus disikapi secara tegas tanpa toleransi.
Kami mengapresiasi komitmen Kejati Sulsel yang telah menerima dan mengatensi aspirasi masyarakat, ujar Syarif.
Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik-praktik yang mencederai integritas program negara.
Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan terstruktur yang merugikan kepentingan publik, tegas Syarif.
Pihak massa aksi berkomitmen akan terus mengawal kasus ini dan segera menyerahkan dokumen tambahan untuk memperkuat laporan mereka.
Kami akan segera melengkapi seluruh bukti pendukung yang kami miliki.
Harapan kami, Kejati Sulsel dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, independen, dan transparan terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa memandang jabatan maupun kedudukannya, terang Syarif.
Hingga saat ini, pihak terkait yang dilaporkan belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, telah ditahan Kejaksaan Agung dan terancam hukuman hingga 20 tahun penjara akibat kasus serupa. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok