Berita, Internasional

Demo Berujung Rusuh, Toko-Toko Mewah di Prancis Jadi Sasaran Penjarahan Massal

Repelita.net

19 October 2026 16:27 WIB • 107 view

Demo Berujung Rusuh, Toko-Toko Mewah di Prancis Jadi Sasaran Penjarahan Massal
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang demonstrasi berskala nasional yang melanda berbagai kawasan di Prancis berujung pada pecahnya kerusuhan hebat serta aksi perusakan massal.

ADVERTISEMENT

Kondisi keamanan di pusat kota dilaporkan berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan menyusul meluasnya bentrokan fisik di jalanan utama.

Rangkaian peristiwa keprihatinan global tersebut disiarkan secara visual melalui tayangan video orisinal di kanal YouTube Lintas iNews.

Pihak lembaga penyiaran mengabarkan bahwa eskalasi ketegangan meningkat drastis saat massa mulai melakukan tindakan anarkis dengan menyasar fasilitas umum.

Sejumlah kendaraan hangus terbakar, etalase pertokoan hancur, dan puing-puing berserakan di jalanan seusai kerusuhan besar yang melanda ibu kota Prancis pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Petugas kebersihan dikerahkan secara bergelombang guna menyingkirkan sisa-sisa material pembakaran yang memblokade akses transportasi publik di keesokan harinya.

Rekaman pada Minggu, 18 Oktober 2026 memperlihatkan kondisi kawasan Place de la République, Paris, di mana petugas sibuk mengangkut sisa kerusakan, membersihkan pecahan kaca, dan menyingkirkan puing dari jalanan.

Berdasarkan laporan investigasi di lapangan, aksi unjuk rasa ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pemenuhan jaminan kesejahteraan domestik.

Kerusuhan terjadi ketika demonstrasi nasional menentang kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan pendidikan diwarnai bentrokan, penjarahan, serta pembakaran kendaraan.

Sengitnya gesekan antara massa dan aparat keamanan membuat jumlah partisipan yang turun ke jalan mencatatkan angka yang luar biasa masif.

Pemerintah Prancis mencatat sekitar 550.000 peserta demonstrasi di seluruh negeri, sementara itu penyelenggara memperkirakan jumlah peserta mencapai 800.000 orang.

Menyikapi situasi yang kian tak terkendali, kepala negara setempat langsung mengeluarkan pernyataan resmi bernada kecaman keras terhadap segenap pelaku kriminalitas.

Presiden Emmanuel Macron mengecam perusakan dan penjarahan serta menegaskan bahwa para pelaku akan dimintai pertanggungjawaban.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung