Repelita [Jakarta] - Pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakrie melontarkan kritik keras terkait dinamika politik nasional serta penetapan pimpinan negara.
Kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden dalam ajang Pemilihan Presiden 2024 dipandang telah mencederai tata kelola hukum dan tatanan ketatanegaraan.
ADVERTISEMENT
Connie menilai langkah politik mantan presiden Joko Widodo yang mendorong putra sulungnya justru memberi dampak negatif pada posisi Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan koalisi yang solid serta rekam jejak panjang sebenarnya sudah menempatkan Prabowo di posisi unggul tanpa perlu dipasangkan dengan Gibran.
"Menurut saya, Pak Prabowo malah akan terganggu dengan kehadiran Dek Gibran yang caranya salah. Caranya mengobrak-abrik konstitusi dan MK membuat publik gelisah," ujar Connie.
Polemik atas putusan Mahkamah Konstitusi terkait syarat usia calon pimpinan nasional dinilai telah memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat.
Gelombang keresahan publik tersebut bahkan diperkirakan memicu sentimen yang menyerupai kondisi sosial menjelang era Reformasi 1998.
Selain persoalan posisi wakil presiden, Connie turut memberikan catatan khusus terkait wacana pergantian pimpinan di tubuh institusi militer.
Presiden Prabowo didesak untuk membentengi jajaran pertahanan negara agar tidak terseret ke dalam arus kepentingan politik praktis.
Lembaga militer beserta kepolisian diharapkan tetap berdiri netral dan bebas dari intervensi kekuasaan layaknya kontroversi yang sempat terjadi di lembaga peradilan.
Connie menekankan bahwa seluruh prajurit TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk rakyat sehingga netralitas menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas bangsa.
Pemerintah diimbau untuk memimpin secara bijak serta menghindari pengeluaran kebijakan yang terkesan memaksakan kehendak politik tertentu.
Abaikan terhadap etika dan fatsun bernegara dikhawatirkan dapat membangkitkan tekanan dari opini publik yang sulit untuk dibendung.
Langkah penataan yang menghormati konstitusi menjadi jalan tunggal guna memulihkan kepercayaan masyarakat dan menjaga wibawa demokrasi nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok