Berita, Nasional

Connie Bakrie Ingatkan Bahaya Politik Dinasti dan Munculnya Aroma Gerakan Massa 98

Repelita.net

19 October 2026 22:10 WIB • 89 view

Connie Bakrie Ingatkan Bahaya Politik Dinasti dan Munculnya Aroma Gerakan Massa 98
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika politik tanah air belakangan ini dinilai memicu tingkat keresahan yang cukup masif di tengah kalangan masyarakat luas.

Kritik tajam mengenai kondisi kestabilan nasional tersebut disampaikan oleh pakar militer pertahanan keamanan sekaligus pengamat intelijen Connie Rahakundini Bakrie.

ADVERTISEMENT

Pernyataan dari sang ahli dipaparkan secara langsung saat menghadiri sesi diskusi interaktif di saluran YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

Ulasan tajam dari sang akademisi mengenai situasi kemunduran demokrasi tersebut disiarkan secara resmi pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2026.

Connie Rahakundini Bakrie secara terbuka mengingatkan adanya bahaya besar dari praktik politik dinasti yang mulai berjalan di draf pemerintahan.

Menurut pandangannya kemunculan figur putra mahkota sebagai pendamping kabinet diproses dengan langkah melanggar tatanan konstitusi atau hukum tertinggi negara.

"pak Perbonya itu menurut saya malah akan jadi terganggu dengan kehadiran Dek Gibran yang caranya salah" kata narasumber di awal tayangan.

Pihaknya merasa khawatir jika sumbatan emosi massal yang tersimpan di dalam memori publik nantinya dapat meledak menjadi kekuatan yang tidak terbendung.

"dalam masyarakat itu bisa meledak dan opini publik itu bisa men-drive sebuah kekuatan besar No one can stop that Opini publik opini publik ketika terbentuk itu bisa menggerakkan Jangan lupa loh Indonesia itu lahir dari manusia pergerakan dari darah Our DNA itu DNA pergerakan bahaya" ulasnya panjang lebar.

Keresahan sosial di tingkat tapak dinilai semakin pekat bahkan aromanya disebut menyerupai atmosfer menjelang gerakan reformasi pada masa lampau.

"Rakyat tuh sudah gelisah ya Dan kegelisahan itu udah seperti tadi Pak Abraham bilang aromanya itu sudah aroma 98 aroma people's power saya menyebutnya" papar Connie Rahakundini Bakrie kepada mantan Ketua KPK tersebut.

Selain masalah pencalonan langkah penguasa melakukan percepatan pergantian Panglima TNI ke matra darat turut mengundang tanda tanya besar mengenai profesionalisme.

"Keluarkan kejutan kedua mengganti panglima ke angkatan darat Lain kalau angkatan udara apa reaksi orang pasti beda Kalau yang diangkat Pak Fajar misalnya orang pasti enggak akan terkejut ini Tapi ini yang diangkat angkatan darat Angkatan darat kita tahu kan mereka tuh sampai ke mana kalau di dalam struktur masyarakat Babinsa bisa digerakkan" ungkapnya mengenai draf struktur birokrasi militer.

Pihaknya mendesak agar instansi penegak pertahanan tidak ditarik masuk ke dalam lingkaran sirkus politik praktis demi syahwat melanggengkan kekuasaan dinasti.

Jika para pemegang otoritas tertinggi negara tetap bergeming maka gelombang desakan pemakzulan dari rakyat diprediksi akan menjadi jalan terakhir konstitusi.

"Kalau tidak mau mengundurkan diri iya kan ya pasti rakyat akan menuntut pemangsulan" pungkas Connie Rahakundini Bakrie saat menutup sesi wawancara edukasi tersebut.

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung