Berita, Timur Tengah

CIA Gunakan Teknologi Rahasia Ghost Murmur untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Iran, Bisa Deteksi Detak Jantung dari 64 Km

Repelita.net

09 April 2026 22:06 WIB • 884 view

CIA Gunakan Teknologi Rahasia Ghost Murmur untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Iran, Bisa Deteksi Detak Jantung dari 64 Km
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan menggunakan teknologi rahasia terbaru bernama Ghost Murmur untuk menemukan dan menyelamatkan seorang pilot yang pesawatnya jatuh di wilayah selatan Iran .

Pilot yang berhasil diselamatkan dengan kode Dude 44 Bravo itu dilaporkan bertahan selama dua hari bersembunyi di celah pegunungan terpencil setelah pesawat F-15 miliknya ditembak jatuh .

ADVERTISEMENT

Direktur CIA John Ratcliffe mengungkapkan bahwa sistem Ghost Murmur menggunakan sensor quantum magnetometry berbasis cacat mikroskopis pada berlian sintetis untuk mendeteksi detak jantung manusia .

Teknologi ini mampu mendeteksi sidik jari elektromagnetik dari detak jantung manusia dari jarak hingga 40 mil atau sekitar 64 kilometer .

Bahkan di tengah medan yang sulit dan tanpa sinyal konvensional sekalipun, teknologi ini tetap mampu bekerja dengan akurasi tinggi .

Berkat deteksi akurat dari Ghost Murmur, SEAL Team 6 pun melancarkan operasi ekstraksi berani untuk menjemput pilot tersebut .

Meskipun mengalami kendala medan yang menyebabkan dua pesawat penyelamat terjebak dan harus dihancurkan, operasi ini berhasil tanpa korban jiwa di pihak AS .

Presiden AS Donald Trump memuji operasi tersebut sebagai salah satu penyelamatan terhebat dalam sejarah militer Amerika Serikat .

"Ini seperti menemukan jarum di tumpukan jerami. CIA luar biasa dalam menemukan titik kecil itu," ujara Trump dilansir dari NY Post .

Ghost Murmur sendiri merupakan teknologi rahasia yang dikembangkan oleh divisi Skunk Works milik Lockheed Martin .

Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi sinyal elektromagnetik lemah yang dihasilkan oleh detak jantung manusia dari jarak yang sangat jauh .

Alat futuristik ini memanfaatkan quantum magnetometry untuk menangkap sidik elektromagnetik detak jantung, lalu diproses dengan kecerdasan buatan untuk memisahkan sinyal dari gangguan sekitar .

"In the right conditions, if your heart is beating, we will find you," ungkap salah satu sumber yang mengetahui program tersebut .

Sumber tersebut menambahkan prosesnya seperti mendengar suara di stadion raksasa dengan area ribuan kilometer persegi .

Teknologi ini sebelumnya telah diuji pada helikopter Black Hawk dan dipersiapkan untuk digunakan pada jet tempur F-35 di masa mendatang .

Ini menjadi pertama kalinya alat tersebut digunakan dalam operasi militer nyata di lapangan .

Meski demikian, sejumlah ilmuwan meragukan klaim kemampuan teknologi ini karena keterbatasan fisika dasar medan magnet jantung yang sangat lemah .

Para ahli menyebut bahwa deteksi detak jantung dari jarak puluhan kilometer masih mustahil dilakukan dengan teknologi yang ada saat ini .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung