Repelita Jakarta - Dinamika peta kekuatan politik nasional menuju kontestasi pemilihan umum mendatang kembali memicu perbincangan hangat setelah sejumlah pegiat media sosial menyoroti perbandingan kualitas kader antarpartai.
Sorotan tajam tersebut mengemuka tatkala pegiat media sosial Chusnul Chotimah melontarkan kritik terbuka melalui akun pribadinya terkait poros kekuatan politik yang ada saat ini.
ADVERTISEMENT
Dalam narasi yang diunggah ke ruang publik digital, ia membeberkan deretan tokoh nasional berlatar belakang kepala daerah hingga menteri yang bernaung di bawah payung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Ia menyebutkan sejumlah nama figur publik berpengaruh seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Pramono Anung, Basuki Tjahaja Purnama, Tri Rismaharini, hingga Jenderal TNI Purnawirawan Andika Perkasa sebagai motor penggerak partai berlambang banteng tersebut.
Sebaliknya, perbandingan menohok diarahkan kepada Partai Solidaritas Indonesia yang dinilai minim figur berdaya gedor tinggi di panggung nasional.
Melalui cuitan yang sama, ia melontarkan kalimat sindiran tajam berbunyi: Di PDIP itu ada Puan, Ganjar, Pramono Anung, Ahok, Risma, Andika perkasa. Di PSI ada siapa? Ahmad Ali yg rumahnya di geledah KPK, atau raja Juli yg terima amplop?🤭😂.
Pernyataan terbuka tersebut langsung memantik diskursus luas di tengah masyarakat maya mengenai polarisasi dukungan serta rekam jejak integritas para kader partai politik kontemporer.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Di PDIP itu ada Puan, Ganjar, Pramono Anung, Ahok, Risma, Andika perkasa.
— Chusnul ch💞timah (@ch_chotimah2) September 4, 2026
Di PSI ada siapa?
Ahmad Ali yg rumahnya di geledah KPK, atau raja Juli yg terima amplop?🤭😂
PSI Diendorse Jokowi, tapi PDIP Disebut Lebih Berisi untuk 2029.https://t.co/GCUd2bGxgM pic.twitter.com/DQNAkgpyI2