Berita, Nasional

Budi Arie Lakukan Hasutan Politik, Teguh Santosa: Patut Diduga Jokowi Ada di Balik Layar

Repelita.net

25 August 2026 22:08 WIB • 481 view

Budi Arie Lakukan Hasutan Politik, Teguh Santosa: Patut Diduga Jokowi Ada di Balik Layar
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memantik sorotan tajam karena dinilai sebagai hasutan politik yang membahayakan stabilitas nasional.

Narasi yang dilemparkan mantan menteri tersebut menyinggung kesiapan para pendukung Joko Widodo dalam menghadapi skenario pergantian kepemimpinan sebelum tahun 2029.

ADVERTISEMENT

Tindakan melempar spekulasi percepatan suksesi kekuasaan di tengah jalannya pemerintahan saat ini dipandang tidak etis serta tidak memiliki faedah sama sekali.

Kritik keras tersebut disampaikan oleh pengamat hubungan internasional sekaligus mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno, Dr Teguh Santosa, dalam sebuah wawancara di saluran YouTube BANG EDY CHANNEL.

Teguh menyoroti adanya dugaan agenda terselubung yang melibatkan presiden ketujuh Republik Indonesia di balik munculnya isu suksesi tersebut.

Joko Widodo patut diduga berada di balik layar atau merestui pergerakan narasi ini demi mengamankan kepentingan politik keluarganya.

Teguh menyayangkan kemunculan gaduh politik ini di saat negara sedang menghadapi tantangan besar akibat dampak cuaca ekstrem El Nino Godzilla.

Persoalan kekeringan panjang serta kebakaran hutan di berbagai wilayah seharusnya menjadi fokus utama ketimbang memunculkan spekulasi pergantian kekuasaan.

Di sisi lain, tata kelola pemerintahan yang sempat berantakan pada era sebelumnya kini sedang berusaha dirapikan.

Lolosnya pergerakan massa ke Jakarta dalam momentum politik baru-baru ini turut memicu kecurigaan publik mengenai adanya upaya menyandera pemerintahan saat ini.

Dugaan penempatan orang-orang kunci dari rezim terdahulu dipandang sebagai strategi untuk mengganggu konsentrasi jalannya roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kendati demikian, kepala negara diyakini tetap tenang dan menggunakan pendekatan elegan dalam menghadapi dinamika geopolitik ini.

Lantaran pernyataan tersebut berpotensi memecah belah masyarakat, aparat penegak hukum diharapkan bisa mengambil tindakan tegas dan proaktif tanpa harus menunggu delik aduan.

Langkah hukum yang objektif dinilai sangat penting untuk meredam kegaduhan yang dapat merusak tatanan stabilitas nasional.

Jika pembiaran terus terjadi, dugaan keterlibatan mantan presiden dalam skenario panjang ini akan terasa semakin nyata di tengah publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung