Berita, Viral Sosmed

Briptu Daffa Disel Kasus Penipuan Bintara Jambi Rp13 Miliar, Nama Kombes Handoko Turut Terseret

Repelita.net

14 October 2026 14:43 WIB • 134 view

Briptu Daffa Disel Kasus Penipuan Bintara Jambi Rp13 Miliar, Nama Kombes Handoko Turut Terseret
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kasus dugaan penipuan dalam proses seleksi penerimaan Bintara Polri 2026 di wilayah Jambi terus menyita perhatian publik usai mengungkap keterlibatan perwira menengah.

Seorang mantan personel kepolisian, Briptu Muhammad Daffa, dilaporkan telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan mendekam di sel tahanan akibat perbuatannya.

ADVERTISEMENT

Namun, dalam proses hukum yang berjalan, ia membeberkan nama atasan langsungnya, Kombes Pol Handoko, yang diduga menjadi pihak pemberi instruksi penipuan tersebut.

Informasi serta perkembangan kasus skandal kepolisian ini diunggah oleh akun Threads @zulhilmi.yahya pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Melalui unggahan di media sosial Threads, akun tersebut membeberkan nominal dana hasil kejahatan yang dinikmati sejumlah oknum aparat.

"Briptu Muhammad Daffa sudah dipecat dari polisi karena melakukan penipuan penerimaan Bintara Polri 2026 di Jambi. Daffa kini sudah dipenjara. Namun, Daffa menyeret atasannya, Kombes Pol Handoko yang memberinya perintah untuk melakukan penipuan. Handoko sendiri masih bebas menikmati uang hasil penipuan senilai Rp 13 miliar bersama 2 polisi lain inisial Bripda R dan Ipda P yang masih ditelusuri identitasnya. Seru nih junior nyeret senior. Bisa bunuh-bunuhan ini 4 polisi ini demi duit Rp 13M." tulis akun @zulhilmi.yahya.

Unggahan mengenai dugaan keterlibatan perwira tinggi dan barang bukti fantastis tersebut mendulang respons tajam dari warganet.

Seorang pengguna internet dengan akun @narafazia mengomentari fenomena seleksi kepolisian tersebut di kolom tanggapan.

"Bro ini apes aja ketahuan, padahal praktek ini banyak berlaku 🤣" tulis akun @narafazia.

Tuntutan tindakan tegas dari pimpinan tertinggi kepolisian disuarakan oleh warganet lain dengan nama akun @pramudiya2025.

"Bpk.KAPOLRI PECAT SEMUA OKNUM POLRI YG TERLIBAT PENIPUAN" tulis akun @pramudiya2025.

Sikap skeptis mengenai dampak pemecatan masal terhadap ketersediaan personel institusi dilontarkan oleh pengguna akun @emblemoncom.

"Laaahhh??? Kalo kaya gitu, ketika sisa anggotanya dipadatkan, paling cuma nyisa beberapa kantor doang dr se Indonesia 🤣🤣🤣 yaa kita tau lah gimana mereka." tulis akun @emblemoncom.

Sorotan terkait rantai komando dan struktur hirarki di tubuh aparat keamanan disampaikan secara rinci oleh akun @novi.soekarno.

"atasannya punya atasaan, atasan atasannya punya atasan, atasan atasan atasannya punya atasan.. sampai pada PUNCAK nya... sudah pada tau kan baik POLRI maupun TNI, punya garis perintah/komando LURUS & MUTLAK, dari atas ke bawah..." tulis akun @novi.soekarno.

Rangkaian tanggapan warganet atas skandal penipuan penerimaan Bintara ini ditutup oleh komentar dari pengguna akun @romliudek.

"Yh KTA ua Cepot MH&atas langit masih ,,ada langit yh Nagara 🇮🇩💖🇮🇩 4M4RT4 lagih elorrr lurrr,,,kri ,! ??" tulis akun @romliudek mengakhiri silang pendapat publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung