Berita, Internasional

[BREAKING NEWS] 190 Ribu Warga Serbia Turun ke Jalan Tuntut Presiden Aleksandar Vucic Mundur dan Percepat Pemilu

Repelita.net

25 May 2026 20:44 WIB • 767 view

[BREAKING NEWS]  190 Ribu Warga Serbia Turun ke Jalan Tuntut Presiden Aleksandar Vucic Mundur dan Percepat Pemilu
Foto: Istimewa

Repelita [Beograd] - Gelombang perlawanan massa sipil dalam skala masif kembali mengguncang stabilitas politik negara Balkan tersebut dengan tuntutan utama melengserkan pemimpin tertinggi dari takhta kekuasaannya.

Sebanyak 190 ribu orang dilaporkan membanjiri jalan-jalan protokol di kota Beograd guna melayangkan mosi tidak percaya sekaligus mendesak pelaksanaan pemungutan suara nasional segera dimajukan dari jadwal semula.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan peta jalan konstitusi yang berlaku, suksesi kepemimpinan sedianya baru akan digelar pertengahan tahun depan namun eskalasi kemarahan publik menuntut pergantian rezim Aleksandar Vucic dilakukan secepatnya.

Akumulasi kekecewaan kolektif warga ini dipicu oleh tragedi ambruknya struktur penahan luar stasiun kereta api di wilayah utara yang merenggut belasan korban jiwa secara tragis pada akhir tahun lalu.

Masyarakat menuding adanya praktik korupsi sistemis di balik proyek fasilitas transportasi publik tersebut serta menganggap jajaran kabinet tidak becus dalam mengelola sarana krusial bagi keselamatan warga negara.

Gerakan protes dengan jumlah partisipan yang luar biasa besar ini sejatinya telah bergolak sejak awal tahun kemarin dengan melibatkan ratusan ribu elemen masyarakat yang melumpuhkan jantung pemerintahan.

Memasuki paruh tengah tahun ini, aliansi oposisi bersama kelompok intelektual independen kembali memobilisasi massa dalam jumlah fantastis demi menuntut penyelidikan tuntas atas skandal pembangunan infrastruktur tersebut.

Lembaga pemantau independen mencatat bahwa aksi protes jalanan kali ini merupakan peristiwa pergerakan massa terbesar kedua dalam sejarah modern negara itu sejak runtuhnya pemerintahan otoriter era milenium.

Gelombang aksi unjuk rasa sebelumnya yang dipelopori oleh gerakan mahasiswa bahkan sempat menggalang kekuatan kelompok sipil yang jauh lebih besar guna meruntuhkan legitimasi sang kepala negara.

Di sisi lain, terdapat perbedaan kalkulasi yang sangat tajam mengenai jumlah riil pengunjuk rasa di lapangan antara versi badan riset independen dengan data yang dikeluarkan oleh kepolisian nasional.

Otoritas keamanan dalam negeri merilis jumlah partisipan yang jauh lebih sedikit dari kenyataan lapangan, di mana kepolisian hanya mengonfirmasi keberadaan puluhan ribu orang di kawasan pusat aksi.

Aksi penyampaian aspirasi tersebut akhirnya berujung pada bentrokan fisik setelah sekelompok massa tak dikenal melakukan pelemparan batu ke arah barikade petugas yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung