Berita, Nasional

BPBD DKI Jakarta Nyatakan Sebaran Kabut Asap Karhutla Sudah Tidak Terdeteksi di Atmosfer Ibu Kota

Repelita.net

17 October 2026 19:02 WIB • 135 view

BPBD DKI Jakarta Nyatakan Sebaran Kabut Asap Karhutla Sudah Tidak Terdeteksi di Atmosfer Ibu Kota
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan pembaharuan data pemantauan sebaran kabut asap yang dipicu oleh musibah kebakaran hutan dan lahan lintas pulau.

ADVERTISEMENT

Pihak otoritas wilayah mengonfirmasi bahwa kepungan materi polusi partikulat yang sempat mampir melintasi ruang udara ibu kota kini terpantau telah mengalami pergeseran arah.

Informasi mengenai hilangnya paparan polutan siber di atas kawasan metropolitan tersebut disiarkan secara langsung oleh saluran KompasTV pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.

"berdasarkan satelit Himawari yang ada di BMKG memang per kemarin ya tanggal 16 Agustus terpantau ada sebaran nasab yang masuk ke wilayah DKI Jakarta namun per hari ini kami terus pantau dan hari ini kami melihat berdasarkan peta sebaran nasab tersebut sudah tidak masuk di wilayah DKI Jakarta" kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Maruli Litua Sijabat selaku narasumber utama.

Ia menerangkan bahwa terwujudnya pembersihan ruang udara tersebut secara teknis dipengaruhi oleh faktor pergerakan fluktuasi arah tiupan angin kencang di lapisan atmosfer atas.

Pihak kedinasan memaparkan bahwa tumpukan kabut asap tebal akibat amukan api di wilayah Kalimantan dan Sumatera sebelumnya sempat menyelimuti ruang udara regional.

"terjadi peningkatan konsentrasi PM25 tapi lebih disebabkan oleh ee pengaruh daripada ee aktivitas industri kemudian adanya pembentukan areos sol sekunder kemudian juga ee pengaruh daripada emisi kendaraan bermotor dan sebagainya" urai Maruli Litua Sijabat memilah faktor polutan.

Meskipun sebaran udara beracun dari karhutla dilaporkan telah meninggalkan wilayah administrasi, lembar pemantauan stasiun lingkungan hidup mengonfirmasi status kebersihan udara jakarta masih berada dalam level mengkhawatirkan.

Guna mengantisipasi dinamika skenario terburuk, lembaga penanggulangan bencana daerah memastikan kesiapan seluruh prasarana evakuasi medis darurat serta pengadaan tabung oksigen bagi masyarakat.

"hotspot atau titik ee utamanya itu kan bukan di Jakarta ya ada di daerah Sumatera ataupun di Kalimantan gitu hanya dampaknya itu karena adanya tadi yang apa ee ee angin dan sebagainya itu yang berpengaruh kepada wilayah DKI Jakarta" pungkas Maruli Litua Sijabat mengenai koordinasi bersama BNPB.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung