Bikin Merinding! 7 Juta Warga Iran Siap Angkat Senjata Lawan AS: Kau akan Bertemu Seluruh Keluarga
Repelita Teheran - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan pernyataan paling berani sejak konflik dengan Amerika Serikat dimulai dengan mengklaim bahwa 7 juta warga Iran telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengangkat senjata.
ADVERTISEMENT
Kami bukan pembuat perang, tetapi ketika saatnya tiba untuk membela tanah air kami, setiap orang dari kami menjadi seorang prajurit, tegas Ghalibaf dalam sebuah pernyataan yang viral di media sosial X pada Kamis (2/4/2026).
Dalam pesan yang dikirimkan melalui platform X, Ghalibaf tidak hanya menyampaikan angka 7 juta relawan tetapi juga menyertakan peringatan keras yang langsung ditujukan kepada Presiden Donald Trump.
Kau datang ke rumah kami, maka kau akan bertemu seluruh keluarga, ujar Ghalibaf dengan nada mengancam.
Pernyataan ini sering diparafrasekan secara online menjadi kalimat yang lebih lugas dan provokatif: kau datang ke rumah kami, kau akan bertemu seluruh keluarga, siap tempur dan berdiri tegak, ayo hadapi aku.
Ghalibaf menjelaskan bahwa dalam waktu kurang dari seminggu, kampanye nasional yang kuat telah berhasil mengumpulkan jutaan warga yang menyatakan kesiapan mereka untuk berperang.
Saat ini, dalam waktu kurang dari seminggu, kampanye nasional yang kuat yang melanda seluruh negeri telah memunculkan sekitar 7 juta warga Iran yang telah maju dan menyatakan mereka siap untuk mengangkat senjata, tulis Ghalibaf di X.
Pernyataan Ghalibaf ini diperkuat dengan pengalaman pribadinya karena ia mengaku telah berperang sejak usia 18 tahun.
Ia kehilangan adik laki-lakinya serta beberapa teman dekat selama perang delapan tahun melawan Irak pada era 1980-an.
Biar saya katakan sesuatu yang jujur dari hati: rakyat Iran tidak hanya bicara soal membela negara, kami berdarah-darah untuk itu, tegasnya.
Kami sudah melakukannya sebelumnya dan kami siap melakukannya lagi, tambah Ghalibaf.
Pekan lalu dalam sebuah pernyataan yang lebih keras, Ghalibaf mengatakan bahwa musuh secara publik mengirimkan pesan negosiasi tetapi diam-diam merencanakan serangan darat.
Orang-orang kami sedang menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka sekali dan untuk selamanya, ujarnya saat itu.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran mungkin telah mempersiapkan jebakan atau strategi perang asimetris untuk menghadapi pasukan darat AS.
Di sisi lain sinyal dari Washington terlihat kontradiktif karena Presiden Trump pada Selasa (31/3/2026) justru memberi isyarat bahwa AS akan segera mengakhiri serangan militernya terhadap Iran.
Namun laporan dari The Washington Post menyebutkan bahwa Pentagon telah menyusun rencana untuk operasi darat selama berminggu-minggu termasuk kemungkinan serangan ke Pulau Kharg.
Pulau Kharg menjadi pusat perhatian karena posisinya yang sangat strategis sebagai terminal ekspor minyak utama Iran.
Jika AS benar-benar menyerang Kharg, maka Iran akan kehilangan kemampuan untuk mengekspor minyak yang akan menghancurkan perekonomiannya.
Oleh karena itu ancaman 7 juta relawan adalah mekanisme pencegahan untuk membuat Amerika Serikat berpikir ulang sebelum melancarkan invasi darat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
BREAKING; IRAN Claims 7 Million Citizens Ready to Take Up Arms Against US Invasion
— Global Surveillance (@Globalsurv) April 2, 2026
Iran's Parliament Speaker Mohammad Bagher Ghalibaf
🔺️When it’s time to defend our homeland, EVERY ONE OF US becomes a soldier."
🔺️"You come for our home... You meet the whole family." (Often… pic.twitter.com/oq9a2iNTJA