Berita, Timur Tengah

[BEREDAR KABAR] Kondisi Kritis Mojtaba Khamenei di Tengah Konflik, Iran Tetap Sepakati Gencatan Senjata

Repelita.net

08 April 2026 14:44 WIB • 1,219 view

[BEREDAR KABAR] Kondisi Kritis Mojtaba Khamenei di Tengah Konflik, Iran Tetap Sepakati Gencatan Senjata
Foto: Istimewa

Repelita Qom - Kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan berada dalam situasi kritis di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Informasi ini pertama kali mencuat melalui laporan The Times yang mengutip memo diplomatik berbasis intelijen dari AS dan Israel, yang menyebutkan bahwa Khamenei tengah menjalani perawatan medis intensif di kota suci Qom.

ADVERTISEMENT

Memo tersebut bahkan mengklaim bahwa putra dari Ali Khamenei itu berada dalam kondisi tidak sadar dan tidak mampu menjalankan tugas kenegaraan secara normal sebagaimana mestinya.

Sejauh ini, hanya dua pernyataan yang dikaitkan dengannya yang disiarkan melalui televisi pemerintah, tanpa bukti rekaman langsung berupa video maupun audio yang dapat diverifikasi publik.

Ketiadaan bukti visual tersebut menimbulkan keraguan luas di kalangan publik mengenai kondisi sebenarnya dari pemimpin yang seharusnya menjadi simbol otoritas tertinggi negara itu.

Kelompok oposisi pun menilai bahwa terbatasnya komunikasi ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius yang berdampak langsung pada kemampuan Khamenei dalam mengendalikan jalannya pemerintahan.

Di tengah ketidakjelasan itu, sejumlah analis mulai mempertanyakan siapa yang saat ini benar-benar memegang kendali kekuasaan di Iran, apakah dijalankan secara kolektif oleh para elite atau oleh Korps Garda Revolusi Islam.

Pemerintah Iran secara resmi tetap menyatakan bahwa sistem pemerintahan berjalan normal di bawah kepemimpinan yang sah, namun kurangnya transparansi membuat pertanyaan mengenai kepemimpinan tetap menjadi perhatian utama.

Beberapa pengamat menilai kondisi ini dapat memicu persaingan kekuasaan di antara elite politik dan melemahkan posisi Iran dalam negosiasi internasional dengan Amerika Serikat jika tidak segera ada kejelasan.

Meski Mojtaba Khamenei diisukan dalam kondisi kritis, Iran tetap menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan Amerika Serikat setelah konflik yang berlangsung lebih dari satu bulan sejak 28 Februari.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa pemerintah Iran menerima kesepakatan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan perundingan damai dengan AS.

"Selama periode ini [gencatan dua pekan], penting untuk menjaga persatuan nasional secara penuh serta melanjutkan perayaan kemenangan dengan kuat," demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Selasa (7/4/2026).

Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup akibat operasi militer oleh AS dan sekutunya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung