Berita, Nasional

Bareskrim Polri Mulai Usut Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Penyetaraan Pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Repelita.net

21 October 2026 22:05 WIB • 99 view

Bareskrim Polri Mulai Usut Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Penyetaraan Pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Tindak lanjut penanganan berkas laporan sengketa administrasi syarat pencalonan wakil presiden mulai memasuki tahapan pemeriksaan intensif oleh institusi kepolisian.

ADVERTISEMENT

Kanal YouTube Kompas TV Pontianak menyiarkan jalannya tahapan penyidikan serta pengumpulan dokumen otentik dari pihak pelapor pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Pihak pendamping hukum memaparkan rincian berkas administratif awal yang diserahkan untuk proses telaah mendalam oleh penyidik.

"Tadi kami gelar perkara dengan para penyidik di Baras Polri sehubungan dengan e laporan yang kami adukan ke Barseri ee dugaan tidak pidana dan pemalsuan dokumen atau memberikan keterangan yang tidak benar 2 ee 291 ayat 1 dan ayat 2 tadi kami diterima penyidik ee Pak Said ya tadi ya Said nur Said dan kawan-kawan begitu dan kami diberi kesempatan awal untuk menerangkan objek apa yang menjadi objek laporan yang diduga ada tindak pidana," kata Ahmad Kozinuddin menjelaskan tahapan perkara.

Ia merincikan komponen barang bukti substansial yang menjadi fokus utama dalam proses pelaporan yuridis ke komisi hukum tersebut.

"Yang kami tadi sudah terangkan bahwa objeknya adalah suket dasarnya adalah pertimbangan hakim MK kemudian kewenangan dari Bareskim bisa menindak lanjuti adalah pendapat ahli hukum," tutur Ahmad Kozinuddin menerangkan materi aduan.

Langkah pelacakan ini mendapat respons positif dari perwakilan legislatif yang memandang pentingnya fungsi pengawasan terhadap jalannya konstitusi negara.

"Teman-teman mungkin Teman-teman mulai tergerak sekarang untuk di mana-mana saya bicara begitu tapi begini kita jangan masalah ini bahwa seolah-olah ini kita bermusuhan orang perorpegara negara hukum jadi itu tidak perlu harus disuruh," sebut Komaruddin Watubun memberikan pandangan politiknya.

Ia menambahkan catatan mengenai adanya aspirasi tertulis dari kalangan akademisi yang menginginkan langkah pengunduran diri secara sukarela.

"Se ada dapat juga surat guru besar ya guru-guru besar sudah dapat yang minta untuk mengundurkan diri itu kan penyampaian mereka sebagai pertanggungjawaban mereka kepada kecintaan mereka kepada negara," sebut Komaruddin Watubun memungkasi keterangan persnya (*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung