Berita, Nasional

Bareskrim Bongkar Pabrik Gas N20 Whip-Pink di Jakarta, Omzet Rp7,1 Miliar Sebulan, 16 Gudang Tersebar di Seluruh Indonesia

Repelita.net

18 April 2026 17:02 WIB • 1,179 view

Bareskrim Bongkar Pabrik Gas N20 Whip-Pink di Jakarta, Omzet Rp7,1 Miliar Sebulan, 16 Gudang Tersebar di Seluruh Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Bareskrim Polri berhasil membongkar pabrik gas N20 dengan merek Whip-Pink yang beroperasi di kawasan Jakarta, dan mengamankan sembilan orang dalam pengungkapan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa kesembilan orang yang diamankan memiliki inisial S, AR, P, NHM, E, ST, SL, SP, dan AS.

ADVERTISEMENT

Pengungkapan perkara tindak pidana kesehatan ini terkait dengan produksi dan pengedaran sediaan farmasi jenis gas N2O merk Whip-pink, kata Eko dalam keterangannya pada Rabu, 15 April 2026.

Pengungkapan kasus ini dilakukan pada tanggal 13 hingga 14 April 2026, dengan polisi mendatangi tiga lokasi berbeda di wilayah Jakarta.

Ketiga lokasi tersebut meliputi sebuah ruko di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, rumah kontrakan di Pulogadung Jakarta Timur, serta ruko lainnya di Pademangan Jakarta Utara.

Pengungkapan bermula ketika polisi menerima informasi mengenai adanya peredaran narkoba di kawasan Kemayoran, lalu melakukan penelusuran dengan metode undercover buying.

Polisi kemudian mendatangi langsung lokasi gudang Whip-pink tersebut dan menemukan ratusan tabung gas serta mesin pengisian gas di tiga lokasi yang disasar.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa pabrik Whip-pink tersebut dikelola oleh sebuah perusahaan bernama PT SSS.

Perusahaan itu diduga tidak memiliki legalitas resmi serta tidak mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk Whip-pink.

Berdasarkan hasil interogasi, diketahui bahwa pemilik lokasi produksi dan gudang pengiriman produk gas N2O merek Whip-pink adalah saudara Andi Hioe, saudari Sencen, dan saudara Jason Hioe, ungkap Eko.

Polisi juga menemukan bahwa total terdapat 16 lokasi gudang penyimpanan Whip-pink yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Bandung, Makassar, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Medan, Bali, dan Lombok.

Omzet penjualan produk Whip-pink tercatat sangat besar, dengan rincian pada bulan November mencapai Rp4,9 miliar, Desember Rp7,1 miliar, Januari Rp5 miliar, Februari Rp2,2 miliar, dan Maret Rp2,1 miliar, beber Eko.

Eko menambahkan bahwa pabrik Whip-pink ini sempat beroperasi dengan sangat hati-hati pasca insiden meninggalnya selebgram Lula Lahfah yang diduga karena menghirup gas Whip-pink.

Saat ini, polisi masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk menentukan sosok tersangka utama dalam kasus produksi dan peredaran ilegal ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung