Berita, Nasional

Bambang Pacul: Urusan Papua Tanggung Jawab Wapres Gibran

Repelita.net

07 July 2026 23:15 WIB • 552 view

Bambang Pacul: Urusan Papua Tanggung Jawab Wapres Gibran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menyatakan bahwa penanganan berbagai persoalan di Papua merupakan tanggung jawab Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi situasi keamanan di Bumi Cenderawasih yang belakangan kembali memanas akibat rentetan kasus kekerasan.

ADVERTISEMENT

Menurut Bambang, Papua memiliki status otonomi khusus sehingga mekanisme penanganannya berbeda dengan daerah lain.

"Papua kan wilayah otonomi khusus. Pasti diperlakukan secara khusus. Nah, kekhususannya itu sesungguhnya dalam undang-undang sudah ada, itu menjadi tanggung jawab Wapres," kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa ketentuan mengenai peran Wakil Presiden dalam urusan Papua telah diatur dalam Undang-Undang Otonomi Khusus.

Pada Pasal 68A ayat (1) disebutkan bahwa dibentuk badan khusus untuk sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan Otonomi Khusus dan pembangunan di Papua.

Sementara ayat (2) menyebut Wakil Presiden sebagai Ketua badan khusus tersebut, yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden .

Karena itu, Bambang menilai berbagai pertanyaan terkait kondisi Papua lebih tepat diarahkan kepada Wakil Presiden.

"Jadi kalau hal-hal kayak begitu, sebaiknya itu ditanyakan kepada Wapres. Undang-undangnya begitu kok bunyinya," ucap politikus PDIP tersebut.

Saat didesak apakah pernyataannya berarti Wapres Gibran perlu lebih aktif menangani Papua, Bambang enggan memberikan penilaian.

"Saya tidak mengatakan Mas Wapres harus lebih aktif. Bunyi undang-undangnya begitu," tegasnya.

Bambang juga mengimbau agar berbagai pihak tidak terburu-buru memberikan komentar mengenai situasi di Papua.

Menurutnya, komentar yang tidak tepat justru berpotensi memicu perbedaan pendapat yang tidak produktif.

"Jadi apa-apa yang terjadi di sana ya jangan langsung dikomentari. Gitu loh, kalau nanti dikomentari malah bikin konflik pendapat yang tidak produktif," tandasnya.

Sebagai informasi, situasi di Papua kembali memanas setelah sejumlah insiden kekerasan terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau tewas bersama bayinya akibat tertembak di tengah kontak senjata antara aparat keamanan dan TPNPB-OPM di Intan Jaya.

Selain itu, pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) dibakar di Bandara Perintis Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo.

Pilot pesawat tersebut, Nicholas F. Goselin yang merupakan warga negara Amerika Serikat, juga dilaporkan tewas ditembak oleh kelompok bersenjata .

Penugasan Gibran untuk mengoordinasikan percepatan pembangunan Papua sendiri telah diatur dalam regulasi dan dipertegas melalui Peraturan Presiden . (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung