Berita, Nasional

BAHAYA! Jika DPR Diam, Kegaduhan Bisa Membesar?

Repelita.net

12 October 2026 00:44 WIB • 65 view

BAHAYA! Jika DPR Diam, Kegaduhan Bisa Membesar?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah tayangan diskusi politik yang diunggah oleh kanal YouTube SAEFUL ZAMAN menampilkan wawancara mendalam mengenai peran krusial parlemen dalam merespons dinamika hukum nasional pascaputusun Mahkamah Konstitusi.

Dalam video di kanal YouTube SAEFUL ZAMAN tersebut, narasumber Dindin S. Maulani memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota DPR agar tidak bersikap abai atau mendableg.

ADVERTISEMENT

Ia menilai sikap diam atau keengganan wakil rakyat dalam mengambil tindakan taktis akan menjadi pemantik utama yang memperbesar gelombang kegaduhan politik di tengah masyarakat sipil.

Menurut pandangan Dindin S. Maulani dalam kanal YouTube SAEFUL ZAMAN, keputusan Mahkamah Konstitusi terkait keabsahan persyaratan Gibran Rakabuming Raka sebenarnya telah mempermudah jalan bagi dewan.

Parlemen mestinya segera memanfaatkan momentum ini untuk menggulirkan hak angket guna melakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan pelanggaran administrasi dalam proses pemilu tersebut.

Melalui ulasan di kanal YouTube SAEFUL ZAMAN, dirinya mengingatkan agar konsolidasi antar-fraksi diselesaikan dalam waktu cepat demi menghindari potensi meletupnya gerakan people power.

Dindin S. Maulani juga menyoroti respons beragam dari para politisi senior seperti wacana pembentukan pansus oleh Dedi Sitorus hingga sikap normatif yang ditunjukkan oleh Sufmi Dasco Ahmad.

Di sisi lain, ia mengkhawatirkan kegaduhan politik yang berlarut-larut berpotensi mengganggu agenda kerja Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan penataan bangsa demi kepentingan rakyat.

Oleh karena itu, Dindin S. Maulani melalui kanal YouTube SAEFUL ZAMAN menegaskan bahwa jika eskalasi kemarahan massa memuncak akibat kelalaian parlemen, maka pemicu utamanya murni berada di tangan para anggota dewan itu sendiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung