Berita, Nasional

AWAS GIBRAN! Jabatan & Harta Akan Ditanya di Akhirat! Ustadz Dasad Latif Ingatkan Gubernur Hingga Kapolda

Repelita.net

08 October 2026 21:30 WIB • 107 view

AWAS GIBRAN! Jabatan & Harta Akan Ditanya di Akhirat! Ustadz Dasad Latif Ingatkan Gubernur Hingga Kapolda
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mubaligh kenamaan Ustadz Das'ad Latif menyampaikan sebuah khotbah keagamaan yang penuh dengan untaian nasihat mendalam mengenai amanah kepemimpinan serta tanggung jawab kepemilikan harta benda di hadapan Sang Pencipta kelak.

Pesan spiritual bermakna mendalam yang disampaikan di hadapan jajaran pejabat daerah tersebut disiarkan secara luas oleh platform digital melalui media penyiaran resmi milik kanal YouTube AWAS GIBRAN! Jabatan & Harta Akan Ditanya di Akhirat! Ceramah Ustadz Das'ad Latif Penuh Hikmah.

ADVERTISEMENT

Dalam isi tausiahnya, ia memberikan pengingat keras kepada seluruh pemangku kebijakan publik serta aparatur penegak hukum yang hadir agar senantiasa menjaga integritas diri dan tidak berlaku angkuh selama memangku kekuasaan duniawi.

Latar belakang penyampaian khotbah ini bertepatan dengan momentum perayaan hari jadi sebuah provinsi, di mana sang pendakwah diundang secara khusus untuk mengisi siraman rohani guna memberikan pencerahan moral bagi para pemimpin serta masyarakat luas.

"tersangka 35 in bilang mati sudah ini wuh ini tuan saya ini tuan saya ini mulailah ditanya nama titik-titik itu mobilmu dari mana kalau dilihat honor dan gaji tunjanganmu gak bisa beli anu anu anu anu apa uh dipukul matanya"

"Pak berdarah mau lari ditarik lagi itu istrimu pakai behel dari mana kawan dari mana enggak jelas ditinju lagi tak berdarah lagi telinganya pak mau lari ditanya "Itu keramik di rumahmu dari mana itu pentil mobilmu"

"dari mana jam tanganmu dari mana?" Semua ditanya tapi dijawab juga Pak tapi sudah baba belur berdarah-darah sudah dia Pak salat salat puasa puasa masuk juga dia surga Pak tapi lama bawa belur dia sudah aduh waduh"

"mak Pak Kapolda hati-hati Pak pak Gubernur hati-hati hah hati-hati semua akan ditanya tanggung jawabnya Pak nauzubillah minzalik semua akan ditanya dan kalau berkaitan dengan barang Bapak ngambil barang-barang kantor sudah ditulis"

"inventaris kantor gubernur Provinsi Riau ternyata ada di rumahnya Bapak Satpam yang dipecat begitu di Padang Masar kelak seluruh barang yang pernah ambil Bapak ambil di rumah dinas gorden hancur kok bapak disuruh pikul Pak"

"disuruh pikul masuk surga lewat Bapak dilihat sama security wah Bapak rupanya yang ngambil saya yang dipecat dpr semua diminta tanggung jawabnya pak Pak saya mau tanya mana lebih tinggi jabatannya Pak Gubernur dengan Wakil Gubernur"

"hah gubernur gubernur mana lebih tinggi jabatannya Pak Kapolda dengan Wakolda kapolda wakapolda kapolda lebih tinggi mana lebih tinggi jabatannya ketua DPR dengan wakil ketua DPR mana lebih tinggi kedudukannya antara ketua dengan wakil"

"pasti ketua toh tapi kenapa kita wakil kita di DPR merasa dia lebih tinggi derajatnya dari kita eh belembbing namanya wakil kamu dibawa gubernur lebih tinggi dari wakil kapolda lebih tinggi dari wakapolda dandim lebih tinggi"

"daripada wakil apa kasdim namanya wakil dibawa bos wakil gubernur gunting-gunting pita namanya wakil tapi anehnya rakyat kenapa anggota DPR nah kau wakil bos kenapa kau merasa lebih tinggi dari kami rakyat Indonesia kamu wakil rakyat"

"ada wakil rakyat begitu ada itu karena kita salah memilih wakil rakyat jabatan kekayaan semua akan murni ini dunia amanah dari Allah ini dunia hanya titipan dari Allah yang namanya titipan dua sifatnya titipan jangan membuat"

"kamu sombong namanya titipan jangan sombong di Riau ini sudah berapa gubernur sudah berapa gubernur sudah lebih 10 sudah berapa masuk rumah dinas tinggal di rumah gubernur rumah dinas jangan sombong kenapa pasti keluar"

"tinggal di rumah dinas Kapolda pasti keluar maka jangan sombong ini titipan," papar Ustadz Das'ad Latif secara gamblang dalam sebuah kegiatan tabligh akbar yang dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Oktober 2026.

Ulasan keagamaan yang disampaikan dengan gaya penyampaian lugas dan diselingi metafora jenaka tersebut diharapkan mampu menyentuh kesadaran para pejabat publik akan pentingnya akuntabilitas jabatan.

Nasihat ini sekaligus menjadi refleksi bersama bagi seluruh lapisan warga negara agar lebih cermat serta selektif di dalam menentukan sosok figur perwakilan rakyat pada pesta demokrasi mendatang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung