Repelita Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap 13 perusahaan dan tokoh yang disebut berkaitan dengan pasokan material serta komponen persenjataan untuk Iran.
Pengumuman mengenai kebijakan tersebut disebut disampaikan Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Selasa, 29 September 2026.
ADVERTISEMENT
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Washington menekan jalur pendanaan dan pengadaan yang dinilai mendukung kebutuhan pertahanan Iran.
Kebijakan itu juga mencakup sejumlah individu dan perusahaan yang disebut beroperasi di beberapa negara, termasuk Iran, China, Hong Kong, Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Rusia.
Salah satu nama yang disebut adalah Sayid Asgar Alizadeh Tabatai yang disebut mewakili Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran di Beijing.
Ia dikaitkan dengan kegiatan pengadaan sistem pertahanan serta komponen teknologi yang dapat digunakan untuk kebutuhan militer.
Nama Kavoscom Asia Rand Group yang beroperasi di Iran juga disebut masuk dalam daftar sanksi tersebut.
Perusahaan itu disebut berkaitan dengan pengadaan komponen elektronik untuk kebutuhan pesawat tempur dan program rudal balistik.
Ali Fotuat Ahmadi yang disebut memimpin Kavoscom Asia Rand Group turut dikenai sanksi bersama Paris Salali yang disebut bertindak sebagai perwakilan perusahaan.
Nama ISI Mojo Technology Co Limited yang beroperasi dari Hong Kong juga tercantum dalam jaringan yang menjadi sasaran pembatasan Amerika Serikat.
Perusahaan tersebut disebut memasok sejumlah komponen elektronik yang berkaitan dengan rantai pengadaan untuk Iran.
Sanksi juga diarahkan kepada pihak yang disebut memiliki hubungan dengan jaringan Cavalier Group dan perusahaan terkait yang berada di Pakistan.
Wasimpa Syat Tajamal disebut berperan dalam pengadaan dan distribusi peralatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan militer Iran.
Perusahaan Cavalier Dynamic Private Limited yang disebut berada di Pakistan turut masuk dalam daftar pembatasan tersebut.
Cavalier Dynamics for Technologies Company yang disebut beroperasi di Arab Saudi juga disebut terkena tindakan pembatasan.
Selain itu, terdapat sejumlah entitas yang disebut berkaitan dengan jaringan pengadaan di Turki dan Rusia.
Salah satu perusahaan di Rusia disebut bergerak di bidang desain eksperimental dan produksi pesawat.
Sektor transportasi juga menjadi bagian dari kebijakan tersebut setelah perusahaan yang disebut mengoperasikan armada pengangkut muatan menuju Iran turut dimasukkan ke dalam daftar.
Saha Airlines yang berafiliasi dengan Angkatan Udara Iran juga disebut menjadi salah satu entitas yang dikenai pembatasan.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyatakan pemerintahnya akan terus mengejar pihak yang dinilai memberikan dukungan keuangan, material, maupun teknologi kepada Iran.
Kebijakan yang diumumkan pada 29 September 2026 tersebut berdampak pada aset pihak-pihak yang dikenai sanksi di Amerika Serikat.
Entitas dan warga Amerika Serikat juga dilarang melakukan transaksi tertentu dengan pihak yang masuk dalam daftar pembatasan tersebut.
Namun, efektivitas kebijakan itu terhadap kemampuan militer Iran turut mendapat penilaian berbeda dari pihak lain.
Direktur Pelaksana Obsidian Race Advisor Brad Ericson menilai pembatasan finansial tersebut belum tentu secara langsung mengganggu kemampuan militer Iran.
Ia juga menilai kebijakan tersebut tidak serta-merta menghentikan aktivitas terkait rudal maupun drone Iran di kawasan Selat Hormuz.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok