Berita, Timur Tengah

AS dan Iran Adu Tuntutan di Islamabad, Hormuz hingga Nuklir Jadi Titik Panas

Repelita.net

11 April 2026 20:32 WIB • 985 view

AS dan Iran Adu Tuntutan di Islamabad, Hormuz hingga Nuklir Jadi Titik Panas
Foto: Istimewa

Repelita Islamabad - Delegasi tingkat tinggi Amerika Serikat dan Iran memulai pertemuan penting di Islamabad, Sabtu (11/4/2026), di tengah pengamanan ketat dan situasi kawasan yang masih tegang pascakonflik terakhir.

Perundingan tersebut menjadi upaya melanjutkan gencatan senjata dua pekan yang sebelumnya dimediasi Pakistan setelah perang yang menimbulkan korban besar dan mengguncang ekonomi dunia.

ADVERTISEMENT

Sejumlah isu strategis dibawa ke meja negosiasi, mulai dari konflik di Lebanon hingga keamanan jalur pelayaran energi di Selat Hormuz.

Iran menuntut agar gencatan senjata di Lebanon ikut dimasukkan dalam kesepakatan karena konflik dengan Hizbullah dinilai berkaitan dengan ketegangan yang lebih luas.

Namun Amerika Serikat menolak menghubungkan persoalan Lebanon dengan agenda utama pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Selain itu, Iran juga mendorong penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah serta jaminan tidak ada agresi baru di masa depan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan kehadiran militer Amerika akan tetap dipertahankan sampai kesepakatan damai benar-benar tercapai.

Pada sektor ekonomi, Iran meminta pencabutan sanksi dan pembukaan akses terhadap aset yang selama ini dibekukan.

Washington memberi sinyal ruang kompromi, namun mensyaratkan pembatasan ketat terhadap program nuklir dan rudal Iran.

Iran juga disebut akan mengajukan tuntutan kompensasi atas kerusakan selama konflik enam pekan terakhir, sementara pihak Amerika belum memberi tanggapan terbuka.

Selat Hormuz tetap menjadi titik sensitif karena Iran menginginkan pengakuan otoritas di jalur tersebut, sedangkan Amerika menuntut lalu lintas pelayaran dibuka tanpa hambatan.

Pembicaraan dilakukan melalui format perantara, menandakan kepercayaan antara kedua pihak masih rendah meski dunia menunggu hasil yang dapat menjaga stabilitas global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung