Berita, Nasional

Arif Wicaksono Duga Budi Arie Ambil Ancang-Ancang Percepatan Pemilu 2029 Demi Gibran

Repelita.net

27 August 2026 22:48 WIB • 365 view

Arif Wicaksono Duga Budi Arie Ambil Ancang-Ancang Percepatan Pemilu 2029 Demi Gibran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pegiat media sosial Arif Wicaksono melontarkan analisis terkait adanya pergerakan politik yang sedang dipersiapkan oleh Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi.

Melalui unggahan di media sosial X pribadinya, Arif mengutip cuplikan pernyataan Budi Arie yang secara terbuka mengulas kemungkinan pergeseran agenda Pemilihan Umum 2029.

ADVERTISEMENT

Dalam tayangan video tersebut, Budi Arie menegaskan bahwa gagasan mengenai perubahan jadwal kontestasi politik tidak bisa disamakan dengan tindakan kejahatan terhadap negara.

“Kalau mau (Pemilu) dipercepat dianggap makar, nggak dong,” kata Budi Arie di unggahan tersebut.

Pernyataan itu terlontar guna menanggapi pertanyaan seputar skenario bilamana tampuk kepemimpinan nasional terhenti di tengah jalan dan membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka untuk naik jabatan.

Mantan menteri tersebut lantas merespons pertanyaan itu dengan menyebut peralihan kekuasaan sebagai sebuah alur yang lumrah.

“Itu konsekuensi yang logis……….” ungkapnya.

Menilai cuplikan dialog tersebut, Arif Wicaksono menyimpulkan adanya indikasi persiapan menuju percepatan agenda politik nasional.

“Kelihatannya sudah ancang-ancang Percepatan 2029 ,” tulis Arif Wicaksono.

Sebelumnya, ruang publik dihebohkan oleh pernyataan Budi Arie yang melontarkan wacana bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpotensi tidak berlangsung hingga 2029.

Budi Arie mengaku sempat membisikkan firasat politiknya secara langsung kepada mantan Presiden Joko Widodo mengenai dinamika nasional yang melaju lebih cepat dari jadwal.

“Tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029,” kata Budi dalam video tersebut.

Ia kemudian melemparkan pertanyaan kepada para pendukung yang hadir di lokasi guna menguji kesiapan mereka menghadapi skenario perubahan politik.

“Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, gak?” ujarnya.

Pertanyaan itu seketika dijawab kompak oleh para peserta forum yang hadir di ruangan.

“Siap!”

Budi Arie lantas menghubungkan potensi gejolak tersebut dengan variabel keresahan sosial serta situasi perekonomian warga.

Ia turut merujuk peristiwa Reformasi 1998 sebagai bukti sejarah bahwa pergantian kepemimpinan nasional dapat bergulir lebih cepat dari perkiraan semula.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung