Berita, Timur Tengah

Argentina Resmi Tetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai Kelompok Teroris

Repelita.net

04 April 2026 13:57 WIB • 1,041 view

Argentina Resmi Tetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai Kelompok Teroris
Foto: Istimewa

Repelita Buenos Aires - Pemerintah Argentina secara resmi menjatuhkan status teroris kepada Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam sebuah pengumuman yang disampaikan pada Selasa, 31 Maret 2026.

Presiden Argentina, Javier Milei, menjelaskan bahwa pencapan label ini dilatarbelakangi oleh rentetan serangan mematikan yang kerap dilakukan oleh kelompok tersebut.

ADVERTISEMENT

Milei menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan IRGC merupakan pelanggaran serius terhadap aturan dan hukum internasional yang berlaku.

Salah satu aksi brutal yang disorot adalah pengeboman terhadap Kantor Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires yang terjadi pada tahun 1992.

Serangan di tahun 1992 itu mengakibatkan tewasnya 29 orang serta melukai lebih dari 200 jiwa lainnya secara tragis.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 1994, IRGC kembali melancarkan aksi pembantaian di pusat komunitas Yahudi Argentina, AMIA, yang menewaskan 85 orang dan melukai 300 lainnya.

Milei menyebut pembantaian di AMIA itu sebagai serangan paling brutal dan keji yang pernah dilakukan IRGC di wilayah Argentina.

Milei menjelaskan secara rinci bahwa dua serangan teroris paling serius dalam sejarah Argentina pada tahun 1990-an itu dilakukan oleh sayap operasional IRGC, yaitu organisasi Hizbullah.

Langkah berani Argentina tersebut langsung menuai pujian tinggi dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar.

Sa'ar menilai keputusan ini sebagai bukti nyata komitmen Argentina dalam melawan ancaman teroris yang meresahkan masyarakat global.

Dalam unggahan di akun X pada Rabu, 1 April 2026, Sa'ar menuliskan, “Dengan keputusan ini, Presiden (Javier) Milei, salah satu pemimpin terbesar generasi kita, sekali lagi telah menunjukkan kejelasan moral dan komitmen yang teguh terhadap nilai-nilai kebebasan dan perjuangan melawan musuh-musuhnya.”

Sebelum Argentina bergerak, Amerika Serikat sudah lebih dulu menyerukan kepada negara-negara sekutunya untuk menetapkan IRGC dan milisi Hizbullah sebagai kelompok teroris.

Kementerian Luar Negeri AS bahkan telah menyebarkan surat perintah ke seluruh kedutaan dan konsulat AS di dunia untuk menggalang dukungan bagi penetapan status teroris ini.

Selain AS, Pemerintah Italia pada Januari 2026 lalu juga telah mendesak Uni Eropa agar memasukkan IRGC ke dalam daftar organisasi teroris.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyampaikan desakan tersebut dalam pertemuan menteri luar negeri Eropa di Brussels, Belgia.

Tajani menuliskan di laman X, “Dalam pertemuan menteri luar negeri Eropa di Brussels, Belgia, aku mengusulkan, berkoordinasi dengan mitra lainnya, untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Iran ke dalam daftar organisasi teroris. Aku juga mengusulkan sanksi individual terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tindakan keji ini.”(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung