Repelita Jakarta - Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan Anwar Abbas mendesak Presiden Prabowo Subianto beserta DPR RI untuk bersikap tegas menolak pemberian izin bagi pesawat tempur Amerika Serikat yang akan melintasi wilayah udara Indonesia.
Mulanya Anwar Abbas menyinggung perang antara Amerika Serikat dan Iran yang jika terus berlanjut maka sudah bisa dipastikan akan menimbulkan banyak korban tewas dan luka-luka.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, ditegaskannya, perang tersebut harus dicegah dan dihentikan oleh seluruh komunitas internasional.
Bila Amerika Serikat tetap bersikeras untuk melanjutkan agresinya, maka dunia termasuk Indonesia harus bersikap keras dan tegas dalam menghadapinya.
"Indonesia jangan memberi kesempatan kepada Amerika Serikat untuk berbuat semena-mena.
Kita adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan."
"Apa yang telah diperbuat oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran jelas-jelas telah melanggar kedua nilai luhur yang kita junjung tinggi tersebut," kata Anwar Abbas pada Selasa (24/4/2026).
Oleh karena itu, jika Amerika Serikat ingin mendapatkan izin bagi pesawat-pesawat tempurnya untuk melintasi wilayah udara Indonesia, maka hal itu harus ditolak secara tegas.
Jika Indonesia memberi izin, lanjutnya, maka itu sama saja artinya Indonesia telah mendukung Amerika untuk menyerang dan menghancurkan serta membunuh dan melukai rakyat Iran.
"Itu jelas tidak sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai luhur yang kita miliki.
Untuk itu kita meminta Prabowo dan DPR agar berani menolak dengan tegas rencana Amerika Serikat tersebut.
Jangan takut kepada Donald Trump tapi takutlah kepada Tuhan dan kepada rakyat yang akan murka," tutupnya.
Sebelumnya, media asing The Sunday Guardian pada Senin (12/4/2026) memberitakan adanya dokumen pertahanan militer AS yang mengungkap rencana untuk mengamankan akses lintas pesawat militer AS di ruang udara Indonesia.
Rencana itu disebut menindaklanjuti pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Februari 2026 di sela-sela kunjungan Prabowo ke AS terkait Board of Peace.
Berdasarkan dokumen tersebut, Presiden Prabowo disebut telah menyetujui rencana pemberian akses lintas pesawat militer AS melalui ruang udara Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Trump.
Kementerian Perang AS disebut telah mengirimkan dokumen berjudul Mengoperasionalkan Penerbangan Lintas Wilayah AS ke Kementerian Pertahanan RI pada 26 Februari 2026.
Dokumen itu mengusulkan sebuah kesepahaman formal di mana Indonesia akan mengizinkan pesawat militer AS untuk singgah dalam operasi darurat, misi penanggulangan krisis, dan latihan militer yang telah disepakati bersama.
Proposal itu menetapkan sistem berbasis pemberitahuan dan bukan persetujuan kasus per kasus, yang secara signifikan mengurangi kendala prosedural pada mobilitas militer AS.
Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan mengunjungi Washington pada 15 April 2026 dan diharapkan menandatangani perjanjian tersebut dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok