Berita, Nasional

Annas Pusat Kutuk Serangan Milisi Houthi Terhadap Gardu Listrik Penyuplai Aliran Listrik Masjid Nabawi Madinah

Repelita.net

09 October 2026 20:24 WIB • 98 view

Annas Pusat Kutuk Serangan Milisi Houthi Terhadap Gardu Listrik Penyuplai Aliran Listrik Masjid Nabawi Madinah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Aliansi Nasional Anti Syiah atau Annas Pusat secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas merespons insiden penyerangan milisi terhadap infrastruktur vital keagamaan di Jazirah Arab.

Melalui siaran video yang diunggah pada kanal resmi Annas Indonesia, dibacakan maklumat nomor 06/Annas/X/2026 yang menyoroti sabotase fasilitas pasokan daya.

ADVERTISEMENT

Langkah penyampaian maklumat ini mendapat sokongan dari belasan organisasi kemasyarakatan serta harakah Islam, seperti Forum Jabar Peduli Palestina hingga Korps Dai Bandung.

Dokumen resmi perlawanan ideologis tersebut dibacakan secara langsung oleh Ketua Umum Annas Pusat, K.H. Athian Ali Muhammad Da'i, M.A.

Informasi awal mengenai agresi bersenjata tersebut diperoleh dari pantauan sejumlah kantor berita internasional terpercaya layaknya AFP, Al Jazeera, dan Euronews.

Berdasarkan laporan tersebut, kelompok bersenjata Syiah Houthi asal Yaman dituding meluncurkan pesawat tanpa awak ke gardu listrik Taiba pada 29 September 2026.

Serangan udara menggunakan pesawat nirkru itu berdampak pada rusaknya salah satu unit transformator daya yang menyuplai arus listrik menuju Masjid Nabawi di Madinah.

Meskipun pihak Houthi sempat menyangkal keterlibatan mereka, Annas menilai bantahan tersebut serupa dengan taktik operasional militer Zionis Israel.

K.H. Athian Ali Muhammad Da'i menyatakan bahwa kota suci Makkah dan Madinah telah lama menjadi target utama dari perluasan pengaruh geopolitik Iran.

Kelompok proksi tersebut bahkan dilaporkan kembali melancarkan serangan menggunakan rudal balistik ke kilang minyak di selatan Riyadh pada 3 Oktober 2026.

Insiden sabotase di Madinah ini memicu gelombang kecaman keras dari Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayyib, yang menilai agresi tersebut mengotori kesucian tempat mulia.

Kecaman serupa turut disuarakan oleh otoritas diplomatik Uni Emirat Arab, Yordania, Kuwait, Qatar, Turki, Mesir, Somalia, Pakistan, Bangladesh, Liga Arab, OKI, hingga Rabitah Alam Islami.

Menyikapi hal tersebut, Annas Pusat menetapkan lima poin resolusi utama yang menuntut pemerintah Iran untuk menghentikan seluruh propaganda politik di kawasan Timur Tengah.

Pihak aliansi juga mengimbau seluruh elemen umat Islam di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gerakan Syiahisasi yang mendompleng isu konflik global.

Pernyataan sikap tertulis ini ditandatangani di Bandung pada 24 Rabiul Akhir 1448 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 6 Oktober 2026 oleh Sekretaris Umum Tarjonal Abu Muaz dan Ketua Umum Athian Ali Muhammad Da'i.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung