Repelita Jakarta - Pertemuan silaturahmi antara Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Mahfud MD di Yogyakarta pada Sabtu, 3 Oktober 2026, memicu spekulasi publik soal kemungkinan ketiga tokoh tersebut bergabung ke pemerintahan.
Momen tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadi masing-masing tokoh.
ADVERTISEMENT
Anies Baswedan datang bersama istri, Fery Farhati, setelah menghadiri acara pernikahan di Yogyakarta.
Ia kemudian menyempatkan diri bersilaturahmi ke rumah Mahfud MD di Sambilegi dan ke kediaman Ganjar Pranowo.
Mahfud MD menyampaikan bahwa silaturahim itu menyambung hubungan lama dengan ayah Anies yang dulu sesama pimpinan di kampus UII Yogyakarta.
Ganjar Pranowo menyebut kedatangan Anies membuat udara Jogja yang panas mendadak terasa segar berkat obrolan seru.
Isu ini kemudian dibahas secara mendalam dalam kanal YouTube REFLY HARUN PODCAST.
Dalam episode berjudul GEGER ANIES, GANJAR, MAHFUD BELOK KE ISTANA?! APA KATA KABINET BAYANGAN?! DENGAN FERI AMSARI!!, Refly Harun berbincang dengan Feri Amsari.
Feri Amsari yang menjabat Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan memberikan pandangan terkait spekulasi tersebut.
Ia menekankan bahwa Kabinet Bayangan dibentuk sebagai respons atas lemahnya checks and balances di pemerintahan saat ini.
Menurut Feri Amsari, hampir seluruh kekuatan politik berada di barisan pendukung pemerintah sehingga oposisi formal tidak cukup kuat.
Kabinet Bayangan bekerja pro bono dan non partisan untuk mengawasi serta menawarkan alternatif kebijakan berbasis bukti.
Feri Amsari menegaskan Kabinet Bayangan tidak bertujuan merebut kekuasaan atau melakukan makar.
Ia mengatakan mereka hanya memiliki mikrofon sebagai alat kontrol sosial.
Terkait kemungkinan Anies, Ganjar, dan Mahfud masuk istana, Feri Amsari menilai hal itu merupakan dinamika politik yang wajar dalam demokrasi.
Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan tokoh politik harus didasarkan pada pertimbangan konstitusional dan kepentingan publik luas.
Feri Amsari juga menyoroti pentingnya menjaga meritokrasi dalam susunan kabinet agar tidak tercampur kepentingan politik semata.
Pembahasan dalam podcast tersebut menggarisbawahi bahwa silaturahmi tokoh-tokoh tersebut tetap menjadi ruang terbuka bagi dialog kebangsaan.
Kabinet Bayangan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah tanpa terikat kepentingan partai.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok