Berita, Nasional

Anies Desak Pemerintah Tarik Rem Darurat Program MBG Usai Kasus Keracunan Massal Anak-anak

Repelita.net

05 September 2026 17:46 WIB • 454 view

Anies Desak Pemerintah Tarik Rem Darurat Program MBG Usai Kasus Keracunan Massal Anak-anak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh nasional Anies Rasyid Baswedan melontarkan kritik keras dan terbuka mengenai penanganan kasus keracunan massal yang melanda program makan bergizi gratis.

Pernyataan tersebut dibagikan secara langsung melalui akun media sosial pribadinya @aniesbaswedan pada tanggal 5 September 2026 sore hari.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan tersebut, ia mempertanyakan batas toleransi jatuh korban anak-anak sebelum pemerintah bersedia mengambil tindakan tegas berupa penghentian sementara program.

Cuitan itu menuliskan Berapa jumlah anak yg harus keracunan MBG dulu sampai kita mau tarik rem darurat dan evaluasi total?.

Pertanyaan menohok tersebut seketika memicu perbincangan luas serta menuai gelombang respons kritis dari para pengguna media sosial di kolom balasan.

Salah satu tanggapan datang dari akun @antisaski yang melontarkan sindiran tajam terhadap sikap para pengambil kebijakan.

Komentar warganet tersebut berbunyi Selagi belum 99% mah lanjut terus kayanya bah, yang keracunan kan cuma 0000000000,1% berarti program nya masih berhasil.

Pernyataan itu ditutup dengan kalimat satir kata you know who.

Pandangan lain disampaikan oleh akun @kautulistawa yang menyarankan agar pengambil kebijakan merenungkan standar pengawasan mutu industri pangan.

Komentar tersebut berbunyi Abah, barangkali mau menonton dokumenter Netflix tentang keracunan makanan di industri pangan AS.

Ulasan itu ditambahkan dengan kalimat Memang tidak apple to durian tapi menjadi bahan renungan kita akan pengawasan / QC yang ketat pun bisa cacat.

Kritik pedas turut dilayangkan oleh akun @ManBehindThe9un yang menyoroti lambannya respons instansi kesehatan terhadap insiden keracunan.

Pernyataan warganet itu berbunyi Ribuan anak tumbang secara bersamaan karena satu program yang sama, tapi masih tega berlindung di balik frasa "hanya sebagian populasi".

Komentar tersebut ditutup dengan kalimat Pejabat kesehatan justru sibuk bermain mainan kata.

Unggahan itu diakhiri dengan desakan ulang Berapa anak-anak keracunan dan negara mau menganggapnya darurat?.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung