Berita, Ekonomi

Anies Baswedan Ingatkan Pemerintah Jangan Tutupi Realitas Ekonomi, Transparansi Kebijakan dan Kepercayaan Publik Disebut Kunci Stabilkan Rupiah

Repelita.net

01 June 2026 21:01 WIB • 819 view

Anies Baswedan Ingatkan Pemerintah Jangan Tutupi Realitas Ekonomi, Transparansi Kebijakan dan Kepercayaan Publik Disebut Kunci Stabilkan Rupiah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Tokoh nasional Anies Baswedan menekankan urgensi transparansi serta keterbukaan komunikasi pemerintah dalam menavigasi turbulensi ekonomi nasional saat ini.

Ia berpendapat bahwa setiap pengambilan kebijakan harus berlandaskan pada data yang akurat serta mempertimbangkan perspektif para ahli.

ADVERTISEMENT

Anies mengingatkan agar pemerintah tidak bersikap tertutup atau melakukan penyangkalan terhadap realitas ekonomi yang sedang berlangsung.

"Ketika menghadapi potensi ancaman, keputusan yang dilakukan harus mengenal beberapa prinsip dasar," kata Anies melalui kanal YouTube miliknya, Minggu (31/5/2026).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui bahwa pendapat pakar mungkin bervariasi, namun hal tersebut bukan alasan untuk mengabaikan masukan profesional dalam merumuskan kebijakan.

Menurutnya, komunikasi yang konsisten sangat diperlukan agar publik memahami bahwa negara hadir dan peduli terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.

"Negara memantau, negara caring pada masyarakat, dan negara apa adanya membaca ke depan. Dari situ muncul yang disebut trust atau kepercayaan," ujar Anies.

Ia menyoroti bahwa tingkat kepercayaan publik dan pelaku pasar merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas perekonomian negara.

Sebab, setiap kebijakan pemerintah pada akhirnya akan menjadi rujukan bagi para pelaku usaha dalam menentukan langkah bisnis mereka ke depan.

"Policy apa pun yang dikerjakan pemerintah pada akhirnya akan dirujuk oleh para pelaku usaha. Karena itu kepercayaan menjadi sangat penting," tuturnya.

Anies menilai bahwa volatilitas nilai tukar rupiah saat ini menjadi salah satu cerminan nyata dari tingkat kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan pemerintah.

Oleh karena itu, penguatan mata uang nasional tidak bisa dilepaskan dari komitmen pemerintah dalam membangun kredibilitas di mata publik.

"Nilai tukar itu mencerminkan kepercayaan. Kalau bahasa sopannya mengembalikan nilai tukar rupiah, terus terangnya adalah mengembalikan kepercayaan," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung