Berita, Nasional

Andi Arief Sentil Total Politik soal Insiden Pengusiran Pejabat di UGM: Kurang Peka Membaca Situasi

Repelita.net

17 June 2026 23:04 WIB • 689 view

Andi Arief Sentil Total Politik soal Insiden Pengusiran Pejabat di UGM: Kurang Peka Membaca Situasi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, memberikan kritik tajam terkait insiden pengusiran sejumlah pejabat pemerintah dalam forum diskusi di UGM, Yogyakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.

Melalui unggahan di media sosial X pada Rabu, 17 Juni 2026, Andi menyoroti minimnya kepekaan pihak penyelenggara acara terhadap situasi politik di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Kalau saja kru Total Politik memiliki kepekaan politik dan kemampuan membaca situasi secara lebih cermat," tulis Andi Arief.

Ia berpendapat seharusnya panitia memahami dinamika mahasiswa di Yogyakarta yang saat ini sedang memanas sebelum memutuskan menggelar kegiatan tersebut.

Andi juga menyinggung rekam jejak salah satu narasumber, Budiman Sudjatmiko, yang belum lama ini terlibat perselisihan dengan mahasiswa di Jawa Tengah.

"Bukankah mahasiswa UGM dan Yogyakarta sedang menunjukkan dinamika yang memanas? Budiman Sudjatmiko justru baru saja menuai kritik karena tindakan mengusir mahasiswa di Jawa Tengah," ujar Andi.

Pernyataan Andi ditutup dengan sindiran kepada pihak penyelenggara yang dianggapnya kurang mempertimbangkan risiko keamanan dan sosial.

"Total Politik, genit," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Insiden tersebut terjadi saat diskusi yang dihadiri Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Suasana berubah ricuh ketika sekelompok mahasiswa tiba-tiba masuk ke lokasi diskusi dengan membawa pengeras suara dan berbagai spanduk bernada penolakan.

Massa aksi menuntut para pejabat meninggalkan area diskusi, bahkan diwarnai dengan pelemparan botol air mineral ke arah panggung.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah anggapan bahwa pihaknya melarikan diri dari dialog, meskipun situasi saat itu sempat memanas.

“Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini,” ujar Sudaryono.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat.

“Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog,” tegasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung