Berita, Nasional

Analis: JK Wajar Tersinggung, Relawan Jokowi Jangan Perkeruh Suasana soal Ijazah

Repelita.net

20 April 2026 16:36 WIB • 852 view

Analis: JK Wajar Tersinggung, Relawan Jokowi Jangan Perkeruh Suasana soal Ijazah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai ketersinggungan yang dirasakan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), terhadap serangan dari relawan atau pendukung Jokowi adalah respons yang wajar dan manusiawi.

Menurut Hensa, sapaan akrabnya, para relawan Jokowi sebaiknya tidak terus memperkeruh suasana dengan melontarkan hinaan kepada tokoh sekaliber JK.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa keresahan yang disuarakan JK selama ini bukanlah sekadar omongan kosong, melainkan mencerminkan kegelisahan yang juga dirasakan oleh masyarakat luas.

Kegelisahan itu khususnya terkait dengan polemik ijazah mantan Presiden Jokowi yang tak kunjung menemukan kejelasan hingga saat ini.

"Concern Pak JK tentang ijazah Pak Jokowi ini memang concern umum, seluruh rakyat Indonesia. Kenapa begitu lama dan bertele-tele? Padahal ada contoh seperti Hakim MK Arsul Sani yang langsung menunjukkan ijazahnya dan selesai," ujar Hensa kepada wartawan, Senin, 20 April 2026.

Hensa juga menilai bahwa argumen Jokowi yang menyebut pihak penuduh yang harus membuktikan kebenaran tuduhan tidak sepenuhnya tepat dalam konteks ini.

Argumentasi tersebut, menurutnya, mungkin bisa diterima jika Jokowi adalah orang biasa, tetapi tidak bagi seorang mantan presiden yang menjadi panutan bangsa.

"Kalau Pak Jokowi bukan presiden ketujuh dan bukan tokoh bangsa, mungkin argumen itu bisa diterima. Tapi justru karena statusnya, dibutuhkan langkah yang tidak biasa untuk dipertontonkan kepada publik," ujarnya.

Hensa juga menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian polemik ini berada di tangan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jika UGM secara resmi dan terbuka menyatakan bahwa Jokowi pernah kuliah dan lulus, maka baginya polemik akan langsung berakhir.

"Standpoint saya sejak awal adalah UGM. Kalau UGM mengatakan Jokowi kuliah dan lulus, maka selesai buat saya. Maka justru UGM harus dilibatkan dalam proses pembuktian ini," katanya.

Terkait dengan serangan-serangan yang dilontarkan para relawan kepada JK, Hensa mengingatkan bahwa JK adalah tokoh bangsa yang patut dihormati.

Ia mengajak para relawan untuk mengedepankan pendekatan musyawarah dan kebijaksanaan, bukan justru memperuncing ketegangan.

"Termul atau relawan Jokowi yang menyerang Pak JK bisa menggunakan teknologi paling canggih yang diwariskan para pendiri bangsa, namanya musyawarah. Ketemu Pak JK, dan kembali menjadi satu kesatuan bangsa yang bersinergi positif," pungkas Hensa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung