Berita, Internasional

Anak Sekolah di Malaysia Terganggu Akibat Kiriman Jerebu dari Indonesia, Input Nilai Rapor Jadi Tertunda

Repelita.net

19 October 2026 22:01 WIB • 119 view

Anak Sekolah di Malaysia Terganggu Akibat Kiriman Jerebu dari Indonesia, Input Nilai Rapor Jadi Tertunda
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Seluruh lembaga pendidikan di beberapa wilayah negara Malaysia dipastikan akan kembali menjalankan kegiatan operasional seperti biasa.

ADVERTISEMENT

Kebijakan pembukaan kembali sekolah tersebut berlaku untuk daerah Melaka, Selangor, Negeri Sembilan, serta kawasan Kuantan, Rompin, dan Bentong di Pahang.

Kendati demikian pihak otoritas setempat mengeluarkan instruksi tegas untuk menangguhkan semua bentuk aktivitas di luar ruangan.

Langkah pembatasan ini diambil menyusul paparan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan yang dilaporkan masih menyelimuti kawasan.

Pihak Kementerian Pendidikan Malaysia meminta seluruh pengelola lembaga untuk terus memantau perkembangan Indeks Pencemaran Udara secara berkala.

Perhatian khusus juga wajib diberikan kepada para peserta didik yang masuk dalam kategori kelompok rentan kesehatan.

Kabar mengenai penyesuaian operasional lembaga pendidikan di negeri jiran tersebut disiarkan secara resmi pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2026.

Dinas Pendidikan di masing-masing wilayah bagian telah menerbitkan draf panduan teknis demi menjaga kondisi kesehatan seluruh siswa.

Untuk kawasan Melaka dan Selangor para murid sangat dianjurkan untuk menggunakan masker pelindung selama berada di lingkungan sekolah.

Pihak wali murid di Melaka bahkan diberikan kelonggaran izin untuk tetap menahan anak mereka di rumah jika merasa khawatir.

Persyaratan bagi orang tua yang memilih opsi tersebut wajib menyertakan surat pemberitahuan resmi yang ditujukan kepada pihak manajemen.

Sementara itu wilayah Negeri Sembilan tetap menjalankan agenda proses pembelajaran secara normal dengan imbauan serupa bagi anak bergejala.

Para siswa yang menunjukkan indikasi gangguan pernapasan atau memiliki risiko tinggi diwajibkan untuk selalu menggunakan masker medis di kelas.

Untuk wilayah Pahang meliputi Kuantan, Rompin, dan Bentong agenda belajar mengajar di dalam ruangan dipastikan tetap bergulir.

Namun seluruh rangkaian kegiatan ekstrakurikuler serta olahraga di area terbuka resmi ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Dampak dari gangguan jadwal sekolah akibat sebaran asap lintas batas ini juga memicu perubahan draf kalender akademik.

Pihak kementerian memutuskan untuk memperpanjang batas waktu proses penginputan nilai rapor ke dalam Sistem Manajemen Pendidikan Terpadu.

Tenggat waktu pengerjaan Asesmen Akhir Sesi Akademik mengalami penundaan selama satu minggu dari semula tanggal 21 November menjadi 28 November.

Kebijakan kelonggaran waktu pengisian juga berlaku bagi draf nilai Asesmen Fisik, Olahraga, dan Kokurikuler hingga tanggal 5 Desember.

Di sisi lain Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan rasa prihatin mendalam atas bencana kabut asap lintas negara ini.

"Kita sadar bahwa upaya menangani bencana semacam ini bukanlah tugas yang mudah, apalagi dengan luasnya kawasan terdampak dan tantangan cuaca yang tidak menentu," ujar Anwar Ibrahim.

Meski demikian pihaknya secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi atas gerak cepat dari pemerintah Indonesia dalam menanggulangi karhutla.

Langkah penanganan berupa mobilisasi puluhan ribu personel darurat serta pengerahan armada udara dinilai sebagai bentuk komitmen yang serius.

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pihak Malaysia akan terus membuka ruang kolaborasi termasuk mendorong skema koordinasi di tingkat regional ASEAN.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung