Berita, Viral Sosmed

Amien Rais: Teddy Ngulet Terus ke Prabowo, Atur Siapa Temui Presiden, Hambat Pemerintahan

Repelita.net

04 May 2026 20:39 WIB • 696 view

Amien Rais: Teddy Ngulet Terus ke Prabowo, Atur Siapa Temui Presiden, Hambat Pemerintahan
Foto: Istimewa

Repelita Sleman - Pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, mengenai kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memicu perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.

Dalam agenda Musyawarah Nasional Partai Ummat yang digelar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (3/5/2026), Amien menegaskan pentingnya menjaga prinsip demokrasi terutama kebebasan berpendapat.

ADVERTISEMENT

“Demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan menyatakan pendapat tidak dibatasi, tidak diberangus,” ujarnya kepada wartawan usai acara.

Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal yang sangat wajar dalam sistem demokrasi dan tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk permusuhan.

Kritik menurutnya justru menjadi bagian penting dari upaya menjaga arah bangsa agar tidak salah melangkah.

Selain itu Amien juga menyoroti peran Teddy Indra Wijaya yang disebut memiliki pengaruh besar dalam mengatur akses kepada Presiden.

Ia mengaku telah menerima berbagai informasi terkait posisi strategis yang diemban oleh Sekretaris Kabinet tersebut.

"Saya melihat ini Pak Teddy hanya ngulet (menempel) terus. Sampai-sampai yang menentukan tamu siapa, menteri mana yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini," katanya.

Ia juga mengungkap adanya keluhan dari seorang pejabat tinggi yang mengalami kesulitan untuk bertemu langsung dengan Presiden.

“Saya punya teman menteri yang bilang, mau ketemu presiden kadang tidak bisa karena dibilang belum ada waktu, padahal Pak Prabowo ada,” ucapnya menirukan keluhan tersebut.

Menurut Amien kondisi seperti itu berpotensi menghambat jalannya pemerintahan secara signifikan.

Ia pun menyarankan agar peran Teddy dievaluasi tanpa disertai sanksi yang berlebihan atau bersifat menghukum.

“Cukup diberikan posisi lain yang tidak terlalu dekat, sehingga tidak menjadi beban dalam kepemimpinan,” tegasnya.

Di sisi lain Amien juga menyinggung pentingnya konsolidasi internal partai melalui Musyawarah Nasional sebagai momentum memperkuat persahabatan.

“Kita membangun kebersamaan dan konsolidasi, agar masa depan lebih baik dari masa sekarang,” jelasnya kepada para kader.

Oleh karena itu ia juga menegaskan bahwa lawan politik seharusnya tidak didasarkan pada perbedaan identitas agama atau suku.

Lawan yang sesungguhnya menurut Amien adalah pihak-pihak yang dianggap merugikan kepentingan bangsa secara sistematis.

“Lawan kita adalah orang-orang yang merusak negeri ini, yang menjadikan kekuasaan untuk mengalirkan sumber daya ke luar negeri,” tutupnya.

Sebelumnya pernyataan Amien Rais dalam video yang menyinggung Presiden Prabowo dan Teddy Indra Wijaya sempat menuai polemik nasional.

Pihak Partai Ummat menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk kegelisahan politik yang tidak bisa dibungkam.

Mereka juga mempersilakan pihak yang merasa keberatan untuk menempuh jalur hukum yang tersedia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung