Repelita [Jakarta] - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, kembali memberikan komentar tajam terkait polemik keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Amien menyoroti wacana kehadiran Jokowi dalam persidangan kasus pencemaran nama baik yang menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa.
ADVERTISEMENT
Menurut tokoh reformasi tersebut, sidang pengadilan merupakan ujian pembuktian yang krusial bagi Jokowi di hadapan publik.
Kalau betul-betul berani datang ke persidangan, citra-nya akan berubah, ujar Amien, Rabu (15/7/2026).
Walau demikian, Amien secara terbuka menyatakan keraguannya bahwa mantan Presiden tersebut akan benar-benar menunjukkan dokumen yang selama ini dipersoalkan.
Ia bahkan melayangkan kritik keras dengan meragukan kemampuan Jokowi dalam membuktikan keaslian ijazah di ruang persidangan.
Amien pun mengaitkan keraguan ini dengan peristiwa pada April 2025, saat massa aktivis sempat mendatangi kediaman Jokowi untuk menuntut pembuktian dokumen pendidikan.
Ia juga membawa kembali ingatan publik pada label yang pernah disematkan mahasiswa kepada Jokowi beberapa tahun silam terkait gaya kepemimpinan.
Di sisi lain, Jokowi telah menyatakan kesiapannya untuk hadir jika mendapatkan panggilan resmi dari majelis hakim.
Langkah tersebut diklaim sebagai bentuk penghormatan terhadap seluruh proses hukum yang sedang bergulir.
Kalau saya diundang yang mulia majelis hakim untuk hadir di forum persidangan, ya saya akan hadir, tegas Jokowi di Solo, Selasa (7/7/2026).
Jokowi juga berjanji untuk membawa serta menunjukkan dokumen pendidikan dari jenjang dasar hingga universitas sebagai bukti nyata.
Dan sesuai yang saya sampaikan yang lalu, saya akan membawa dan menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA, dan S1 yang saya miliki, pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok